9 Syarat Jual Beli Dalam Islam Agar Transaksinya Sah

syarat jual beli dalam islam

SAH! Penghulu mengumumkan bahwa telah sah suatu pernikahan. Jika pada pernikahan ada penghulu yang menjadi pemutus. Lalu, bagaimana mengetahui sah atau tidaknya suatu aktivitas, yang hampir menjadi seperti oksigen bagi mahkluk hidup. Karena tanpa adanya, sulit bagi manusia zaman kini untuk bertahan hidup?

Aktivitas itu adalah jual beli.

ukun dan syarat jual beli dalam islam

Sehari-hari penduduk bumi rutin melakukan jual beli untuk mendapatkan kebutuhan mereka. Namun, agar transaksinya menjadi sah sesuai syariat agama, ada syarat jual beli dalam islam yang harus dipenuhi.

Sebagai praktisi jual beli dengan jam terbang tinggi, tentunya anda telah mengenal pengertian jual beli. Dalam islam, pengertian jual beli adalah transaksi saling menukarkan harta antara dua pihak yang disertai pemindahan kepemilikan dan dilakukan atas dasar suka sama suka.

Pada transaksi pertukaran harta tersebut setidaknya ada dua komponen yang dibutuhkan agar transaksi dagang ini menjadi sah sesuai kaidah agama islam. Dua komponen itu adalah rukun dan syarat jual beli

  • Rukun jual beli – merupakan sesuatu yang membentuk dan harus ada pada saat transaksi
  • Syarat jual beli – merupakan hal yang harus terpenuhi atau tercapai saat transaksi.

 

Rukun Jual Beli

Jika dianalogikan kepada produk smartphone, maka rukun sebuah smartphone adalah seluruh komponen yang menjadikan sebuah handphone sebagai smartphone.

Sehingga harus ada layar touchscreen, baterai, OS android atau IOS terbaru dan komponen penyusun lainnya. Sebab, tanpa ada komponen tersebut, tidak akan terwujud sebuah smartphone.

Begitu juga halnya dalam jual beli. Langsung saja, Berikut ini adalah rukun jual beli dalam islam:

  • Pihak yang bertransaksi – penjual dan pembeli
  • Barang – barang dapat berupa benda maupun jasa, namun biasanya jual beli lebih sering dilakukan dengan obyek jual beli berupa benda. Sedangkan jika berupa jasa lebih dikenal dengan istilah sewa menyewa.
  • Harga – kesepakatan nilai barang yang dipertukarkan. Harga dapat senilai barang (seperti pada proses barter) atau senilai uang.
  • Serah terima – mengunakan ucapan serah terima transaksi dari penjual dan pembeli (ijab qabul) atau perbuatan menyerahkan uang oleh pembeli dan penyerahan barang dari penjual (shiqat)

Jika salah satu dari empat rukun jual beli ini tidak terpenuhi, maka transaksinya tidak dapat dilakukan. Atau jika transaksi sudah dilakukan transaksinya menjadi batal.

Syarat Jual Beli dalam islam

Meskipun bukan merupakan unsur pokok, yang tanpanya tidak terjadi transaksi jual beli. Namun, dalam islam jika syarat jual beli tidak terpenuhi maka transaksinya menjadi tidak sah.

Sebab, adanya ketentuan syarat dalam transaksi jual beli merupakan cara untuk menjaga agar terwujudnya hikmah transaksi jual beli, yaitu terpenuhi kebutuhan para pihak dengan cara baik dan tanpa ada saling menzalimi atau merasa dirugikan.

Berikut ini adalah 9 syarat jual beli dalam islam
  1. Berakal – pihak yang bertransaksi haruslah telah baligh, memiliki kemampuan mengatur uang, dan kompeten dalam melakukan jual beli.
  2. Kehendak sendiri – Para pihak yang terlibat melakukan tranasaksi dengan ridha dan sukarela, karena jika dilakukan dengan paksaan, termasuk transaksi yang bathil (Q.S An-Nissa: 29).
  3. Mengetahui – Para pihak telah mengetahui barang dan harga jualnya, tidak boleh ada ketidak jelasan (ghoror) seperti membeli susu yang masih belum diperah.
  4. Suci barangnya – barang yang diperjualbelikan bukan benda najis atau yang barang yang haram.
  5. Barang bermanfaat – barang pada transksi jual beli memiliki manfaat sehingga tidak mubazir.
  6. Barang sudah dimiliki – penjual telah memiliki hak untuk menjual barang tersebut, baik itu dengan telah membeli telebih dahulu dari suplier/produsen, atau telah memperoleh izin untuk menjual dari pemilik barang. (kecuali jika melakukan jual beli salam).
  7. Barang dapat diserahterimakan – barang yang tidak dapat diserahkan, seperti jual beli burung yang sedang terbang, berpotensi besar tidak terealisasi, sehingga menimbulkan kerugian pada salah satu pihak.
  8. Ijab dan qabul transaksi harus berhubungan (tidak ada pemisah) meskipun berbeda tempat (mazhab hanafi).
  9. Lafadz dan perbuatan jelas – pengucapan menjual dan membeli oleh para pihak harus jelas dan saling berkait, selain itu ijab qabul juga dapat dilakukan sesuai kebiasan perdagangan setempat, seperti menyerahkan uang dan penjual menyerahkan barang.

 

Kesimpulan

Melakukan transaksi jual beli yang sah sesuai syariah dilakukan dengan memenuhi keempat rukun dan sembilan syarat jual beli dalam islam.

Upaya terbaik melakukan pemenuhan syarat sah jual beli tersebut diperlukan agar transaksi jual beli yang dilakukan menjadi manfaat bagi kedua belah pihak yang bertransaksi dan tanpa ada pihak-pihak yang merasa dirugikan.

Sebab, tak ada seorangpun penjual maupun pembeli yang mau dirugikan. Sebagai tambahan, anda dapat mempraktekan macam-macam khiyar dan contohnya agar jual beli saling menguntungkan.