Cara Menghitung Laba dengan Rumus Laba Rugi (+ analisis)

rumus laba rugi

Sasaran dari setiap usaha adalah mencetak laba atau profit. Sehingga mengetahui cara menghitung laba usaha mutlak dipahami oleh pelaku bisnis. Selain itu, analisis laba rugi mengunakan  rumus laba rugi dapat menunjukkan kinerja manajemen usaha dalam menjalankan roda bisnisnya setahun yang lalu dan strategi pengembangan usaha dimasa depan.

Namun, ada juga sebagian orang yang mengalami hambatan dalam menghitung laba usahanya. Padahal, salah menghitung jumlah keuntungan atau kerugian usaha dapat menganggu kelancaran usaha.

Contoh kasus, mengkalkulasikan kerugian sebagai keuntungan dapat berakibat, berkurangnya modal usaha karena diambil sebagai keuntungan. Sehingga kesulitan saat melakukan re-stock persedian barang dagangan.

Sebaliknya, salah mengitung keuntungan sebagai kerugian dapat berdampak perusahaan tidak melakukan ekspansi. Karena dianggap tidak punya uang untuk berinvestasi atau untuk mengembalikan tambahan modal, saat mencari investor untuk modal usaha. Melalui skema contoh akad mudharabah, contoh akad musyarakah dalam kehidupan sehari-hari, ataupun skema permodalan lainnya.

Oleh karena itu, analisis perhitungan rumus laba rugi berikut ini dapat dilakukan sebagai cara menghitung laba usaha yang akurat, bagi bisnis apapun yang saat ini sedang anda jalankan.

Memulai perhitungan laba rugi

Agar perhitungan keuntungan usaha valid, owner bisnis perlu cermat menghitung laba rugi usaha. Berikut ini adalah beberapa langkah melakukan perhitungan laba rugi:

  1. Mencatat seluruh pengeluaran dan pendapatan usaha

langkah awal sebagai cara menghitung laba adalah dengan mencatat seluruh biaya yang Anda keluarkan untuk menghasilkan dan memasarkan produk, serta pendapatan usaha. Identifikasi semua biaya produksi, biaya operasional dan biaya pemasaran secara detail, baik untuk pos biaya tetap maupun biaya variabel. dan jangan sampai ada yang terlewat atau tercatat dobel atau lebih.

  1. Menghitung harga pokok

Harga pokok penjualan (HPP) merupakan besarnya biaya yang diperlukan untuk mendapatkan suatu barang produksi yang siap untuk dijual. Sehingga kadang disebut juga dengan istilah Cost Of Good Sales (COGS). HPP ditambah margin keuntungan merupakan harga jual, semakin besar selisih harga jual dengan HPP, semakin besar laba usaha.

  1. Menghitung total pendapatan bersih

Langkah cara menghitung laba selanjutnya adalah melakukan kalkulasi total pendapatan bersih. Seluruh pendapatan penjualan disebut sebagai pendapatan bruto. Sedangkan  Rumus pendapatan bersih adalah pendapatan bruto dikurangi oleh potongan penjualan (diskon) dan total nilai barang retur penjualan.

  1. Susun laporan laba rugi

Agar catatan pengeluaran dan pendapatan usaha lebih mudah dianalisis, sebaiknya disusun dalam sebuah laporan laba rugi. Laporan laba rugi merupakan catatan kinerja usaha komulatif dari awal hingga akhir tahun pembukuan. Susunlah laporan laba rugi yang terdiri dari komponen berikut ini:

  • Pendapatan (revenues) – merupakan arus kas masuk kedalam usaha, baik dari kegiatan operasional penjualan usaha maupun non operasional. Diskon penjualan atau retur penjualan ditulis sebagai pendapatan negatif bagi usaha.
  • Beban (Expenses) – merupakan arus kas keluar dari usaha, juga terdiri dari beban operasional untuk kegiatan produksi dan pemasaran, maupun non operasional.
  • Laba rugi tahun berjalan –Merupakan hasil dari perhitungan pengurangan pendapatan dengan beban. Laba jika hasi pengurangan positif, rugi jika hasilnya negatif.

Rumus Laba Rugi (+ analisis)

Selanjut cara menghitung laba adalah dengan melakukan perhitungan keuntungan mengunakan rumus laba rugi. Hasil perhitungan dari keempat rumus ini bermanfaat bagi owner dan investor dalam melakukan studi kelayakan bisnis.

Berikut ini adalah 4 rumus untuk perhitungan laba usaha mengunakan data laporan laba rugi. Serta analisis laba rugi yang dapat dilakukan:

  1. Rumus laba kotor (bruto)

Laba kotor adalah suatu pengukuran laba usaha sederhana, dilakukan dengan membandingkan total pendapatan penjualan bersih dan harga pokok penjualan.

Analisis laba rugi kotor (bruto) memberikan indikasi kemampuan usaha untuk berproduksi dan menutupi biaya produksinya.  Berikut adalah rumus laba rugi kotor:

Laba Kotor = TPPj – HPP

TPPj – Total Pendapatan Penjualan Bersih

HPP – Harga Pokok Penjualan

  1. Rumus laba operasional

Laba operasional adalah keuntungan usaha setelah membiayai seluruh biaya produksi dan biaya operasi. Sederhananya laba operasional adalah laba kotor dikurangi beban operasi.

Analisis laba rugi operasional dapat memberikan gambaran kemampuan bisnis dan manajemen pengelola usaha menjalankan strategi bisnisnya untuk memaksimalkan pendapatan dari kegiatan bisnis utamanya.

Rumus laba rugi operasional adalah sebagai berikut:

Laba Operasional = LK – BO

LK: Laba kotor

BO: Biaya operasional

  1. Rumus laba sebelum pajak

Laba sebelum pajak berguna untuk mengetahui kemampuan suatu usaha untuk melakukan kewajiban hutangnya. Berupa pembayaran biaya bunga (jika konvensional) atau margin/bagi hasil jika mengunakan permodalan dengan skema sistem bagi hasil, mengunakan salah satu contoh mudharabah dalam kerjasama usaha.

Rumus laba rugi sebelum pajak (LSP) adalah sebagai berikut:

LSP = LO – BB

LO: Laba operasional

BB: Biaya bunga

  1. Rumus laba bersih

Laba bersih adalah kelebihan keseluruhan pendapatan penjualan bersih terhadap seluruh biaya usaha, yang meliputi harga pokok penjualan, beban operasi, biaya bunga dan  pajak penghasilan.

Analisis laba bersih mengindikasikan besarnya dana yang dapat diakui sebagai keuntungan usaha, sehingga dapat dibagikan kepada pemegang saham, investor dalam praktek sistem bagi hasil usaha dalam islam, digunakan sebagai cadangan modal ataupun untuk membiayai ekspansi usaha pada periode selanjutnya.

Berikut ini adalah cara menghitung laba mengunakan rumus laba bersih:

Laba bersih = LSP – BP

LSP: Laba Sebelum pajak

BP: Biaya pajak

Analisislah data yang valid

Analisa kelayakan bisnis sederhana dapat dilakukan dengan analisis data hasil perhitungan dari 4 rumus laba rugi diatas. Namun, agar memperoleh data laba atau kerugian usaha yang akurat, perlu dilakukan pencatatan pendapatan dan biaya yang benar, tepat dan mudah.

Selain mengunakan cara manual dengan buku catatan. Pencatatan tersebut lebih mudah dilakukan dengan mengunakan microsoft excel atau software akutansi usaha. Pilihlah yang tidak membebani biaya operasional usaha.

Manfaat lain pengunaan software komputer adalah, tidak perlu memikirkan rumus menghitung laba rugi lagi, karena data dapat dimunculkan secara otomatis. Sehingga semakin memudahkan cara menghitung laba usaha.