Rectoverso Uang Rupiah dari Masa ke Masa

Belakangan ini, marak beredar informasi yang mengaitkan gambar di uang rupiah emisi baru 2016 dengan simbol palu arit. Bank Indonesia membantah informasi dan penafsiran tersebut, Bank Indonesia menegaskan bahwa gambar tersebut adalah Rectoverso uang yang merupakan salah satu fitur pengamanan uang rupiah.

Fitur pengamanan uang dengan teknik cetak rectoverso juga digunakan oleh negara-negara lain. Pada mata uang ringgit malaysia dan euro Uni Eropa, teknik rectoverso diaplikasikan pada tulisan nominal uang. Namun pada mata uang euro emisi terbaru teknik ini tidak lagi diaplikasikan pada tulisan nominal uang euro.

rectoverso uang selain rupiah

 

Gambar pada uang rupiah yang dipersepsikan oleh sebagian pihak sebagai simbol palu dan arit adalah logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal, hasil potongan tersebut membentuk ornamen yang tidak beraturan. Ornamen tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso) yang jika diterawang akan membentuk lambang BI (singkatan dari Bank Indonesia).

Rectoverso Uang Rupiah dari Masa Ke Masa

Sejak uang rupiah dicetak oleh Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) mulai tahun 1971, uang rupiah telah berulang kali mengalami perubahan desain dan penambahan fitur keamanan untuk menghindari pemalsuan uang rupiah. Pengunaan lambang BI pada uang juga tak luput dari perubahan.

Pada uang rupiah yang dikeluarkan pada tahun 1971 oleh Bank Indonesia, tidak mengunakan lambang BI, namun hanya berupa tulisan Bank Indonesia yang dominan ditampilkan di bagian tengah dari uang rupiah. Penerbitan uang rupiah berikutnya tahun 1975, 1977 dan 1984 juga mengunakan tulisan Bank Indonesia dengan penempatan dominan di bagian tengah uang rupiah. Penempatan tulisan Bank Indonesia pada mata uang rupiah mulai bergeser di bagian pinggir uang pada uang rupiah emisi tahun 1987 ke atas. Perubahan ini menjadikan tampilan mata uang rupiah semakin menarik.

rupiah tanpa rectoverso uang

 

Tahun 1995, Bank Indonesia menambahkan fitur benang pengaman dan teknik cetak gambar saling isi (rectoverso) pada uang rupiah. Pada awalnya, Bank Indonesia mengunakan beberapa gambar berbeda yang dicetak dengan teknik rectoverso pada uang rupiah. Uang pecahan Rp.10.000 mengunakan gambar dua lingkaran dan uang pecahan Rp.50.000 mengunakan gambar bunga dalam bingkai lingkaran

Rectoverso uang selain logo BI

 

Baru pada uang emisi tahun 2000, Bank Indonesia mengunakan lambang BI sebagai gambar yang dicetak dengan teknik rectoverso. desain lambang BI didalam bingkai lingkaran dicetak dengan teknik rectoverso dengan motif yang berbeda-beda untuk setiap pecahan uang rupiah. Berikut beberapa ilustrasi yang menunjukkan perkembangan gambar rectoverso uang rupiah pecahan Rp. 20.000, Rp.50.000 dan Rp.100.000.

Uang rupiah pecahan Rp.20.000

Rectoverso uang 20000

 

Uang rupiah pecahan Rp.50.000

rectoverso uang 50000

 

Uang rupiah pecahan Rp.100.000

rectoverso uang 100000

 

Berbeda dengan gambar pada emisi-emisi sebelumya, uang baru rupiah emisi tahun 2016 mengunakan motif lambang BI yang didesain tanpa bingkai lingkaran dan Bank Indonesia mengunakan gambar rectoverso yang sama pada setiap pecahan uang rupiah baru.