8 Pilihan Jenis Reksadana yang Sesuai Syariah

jenis reksadana syariah

Belakangan ini, lebih banyak masyarakat yang memilih untuk berinvestasi di pasar modal. Sebagian dari para investor pasar modal memilih untuk mengunakan produk investasi yang sesuai ketentuan syariat islam. Salah satu primadona produk pilihan investor adalah dari jenis reksadana syariah.

Rilis statistik reksadana syariah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan trend jenis reksadana syariah dan total aset kelolaan para manejer investasi (MI) pada reksadana syariah terus bertumbuh.

Jika pada tahun 2010, aset kelolaan reksadana hanya 3,51% yang merupakan reksadana syariah, pada Agustus 2017 mencapai 5,07%.

statistik jenis reksadana syariah 2017

Varian produk reksadana yang dikelola sesuai syariat islam juga semakin banyak. Sehingga para investor reksadana memiliki beragam pilihan reksadana syariah, sebagai alternatif investasi syariah terbaik untuk mendapatkan hasil investasi yang menguntungkan.

Jenis reksadana

Pada artikel cara kerja reksadana disebutkan bahwa reksadana merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun uang dari masyarakat, untuk dinvestasikan oleh manajer investasi pada portofolio efek di pasar modal atau pasar uang.

Portofolio efek yang diperdagangkan di pasar modal adalah saham dan obligasi (atau sukuk). Sedangkan efek pasar uang biasanya berupa surat hutang yang akan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Misal, sukuk bertempo 3 tahun yang diterbitkan pada Agustus 2015, setelah 2 tahun (setelah Agustus 2017) merupakan surat hutang.

Karena aset kelolaan dana reksadana dapat berupa efek saham, obligasi dan sukuk, maka salah satu cara pengelompokan jenis reksadana adalah berdasarkan porfolio efek yang mendominasi produk tersebut.

Selain itu jenis reksadana (termasuk reksadana syariah) dapat dikelompokkan berdasarkan asal portofolio efek, cara jual-beli, dan tujuan pengelolaan reksadana.

Contoh dan jenis reksadana syariah berikut ini, memberikan gambaran lebih lanjut mengenai jenis produk reksadana syariah.

Jenis Reksadana Syariah

Saat ini, hampir semua dari jenis reksadana syariah yang disebutkan dalam peraturan OJK telah tersedia untuk dapat digunakan para investor reksadana. Produk reksadana syariah itu antara lain:

1. Reksadana Pasar Uang Syariah

Pada produk reksadana syariah ini, dana kolektif yang dihimpun MI dan hasil pengembangannya, akan ditempatkan sebanyak 100% pada instrumen pasar uang.

Biasanya MI akan memilih portofolio efek sukuk yang akan jatuh tempo kurang dari setahun. Atau juga  produk perbankan seperti deposito dan tabungan.

Karena sifat efek pasar uang merupakan surat utang dalam tempo kurang dari satu tahun, maka jenis reksadana syariah ini digunakan sebagai pilihan investasi jangka pendek (< 1 tahun).

2. Reksadana Pendapatan Tetap Syariah

Manajer Investasi yang mengelola jenis reksadana syariah ini akan melakukan penempatan dana pada instrumen efek pendapatan tetap (biasanya sukuk) sebesar maksimum 80%.

Sedangkan 20%  sisa dana kelolaan lainnya yang dihimpun oleh MI, boleh dialokasikan ke instrumen efek lain seperti pasar uang atau saham.

Sehingga dengan ketentuan penempatan dana ini, Reksadana pendapatan tetap syariah dapat menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan reksadana pasar uang.

salah satu contoh reksadana syariah pendapatan tetap adalah Mandiri Investa Dana syariah. Berdasarkan rilis Fund Fact sheet periode Agustus 2017, komposisi portfolio reksadana ini adalah 95,04% dialokasikan untuk efek sukuk, sedangkan sisanya pada efek pasar uang.

contoh jenis reksadana syariah pendapatan tetap

3. Reksadana Syariah Berbasis Sukuk

Ketentuan mengenai porsi alokasi dana untuk 1 pihak (penerbit efek) sebesar maksimal 10% (kecuali untuk penempatan pada sukuk negara), menyebabkan manager investasi pengelola reksadana pendapatan tetap syariah kesulitan memilih portofolio efek sukuk yang akan dijadikan aset reksadana.
Sebab, pilihan efek sukuk yang tersedia di pasar modal, tidak sebanyak efek obligasi. Oleh karena itu, melalui mengizinkan penerbitan jenis produk reksadana syariah berbasis sukuk.

Berbeda dengan jenis reksadana pendapatan tetap syariah, MI yang mengelola produk reksadana ini diizinkan untuk melakukan penempatan dana kelolaan hingga maksimal 85% pada surat hutang syariah (sukuk). Namun, terbatas hanya dapat melakukan investasi pada 1 sukuk saja.

4. Reksadana Saham Syariah

Pada reksadana syariah jenis ini, aset investasi yang dominan adalah efek saham.

MI pengelola reksanana wajib menempatkan 80% dari nilai aktiva bersih (NAB) reksadana pada saham-saham yang termasuk kedalam daftar efek syariah. Sedangkan sisanya dapat ditempatkan pada instrumen sukuk atau pasar uang.

5. Reksadana Syariah Berbasis Efek Syariah luar negeri

Pengembangan produk reksadana saham melahirkan jenis reksadana saham syariah yang melakukan minimal sebesar 51% dana kelolaannya digunakan untuk penempatan pada investasi efek syariah di luar negeri.

Namun, para manajer investasi hanya diperbolehkan mengunakan efek syariah dari negara-negara yang tergabung dalam Internasional Organization of Securities Comission (IOSCO), yang merupakan badan internasional yang menetapkan standar global bagi portofolio-portofolio efek.

6. Reksadana Indeks Syariah

Reksadana indeks juga merupakan jenis reksadana saham syariah. Produk reksadana ini dikelola dengan tujuan agar imbal hasilnya seperti indeks acuannya.

Sebagai gambaran, selain indeks saham setiap perusahaan yang tercatat di bursa efek indonesia, juga ada beberapa jenis indeks yang digunakan sebagai acuan untuk dijadikan pedoman menentukan langkah investasi para investor.

Beberapa indeks saham yang sering digunakan adalah: indeks harga saham gabungan (IHSG), indeks LQ45, dan Jakarta islamic Indeks (JII).

Reksadana indeks syariah mengunakan JII sebagai indeks acuan.

Karena reksadana ini ditujukan untuk meniru kinerja indeks acuan, maka jenis reksadana syariah ini dikatakan memiliki kinerja baik, apabila imbal hasilnya tidak terpaut jauh bahkan menyerupai indeks saham yang dijadikan acuan.

7. Reksadana ETF Syariah

Sama halnya seperti reksadana indeks, reksadana ETF adalah reksadana yang dikelola dengan kinerja yang mengaju pada indeks tertentu.

Namun, setidaknya ada dua perbedaan reksadana indeks dan reksadana ETF. Yaitu, cara pembelian reksadana dan penilaian kinerja reksadana-nya.

 

8. Reksadana Campuran Syariah

Sesuai namanya, pengelola reksadana syariah jenis ini diperbolehkan untuk mengalokasikan dana investasi kelolaannya pada efek berupa saham, sukuk dan pasar uang, dengan syarat tidak ada efek yang porsinya melebihi 79% dari nilai aktiva bersih reksadana.

Delapan jenis reksadana syariah dapat menjadi alternatif pilihan reksadana yang dapat dipilih untuk memaksimalkan imbal hasil investasi.

Sharing ke Temanmu,