[ADINSERTER AMP]

Muamalah dalam Islam – Arti, Prinsip dan larangannya

Dalam islam, terdapat aturan yang harus diterapkan dalam amaliyah individu dengan Allah subhanahu wa ta’ala (ibadah) dan juga amaliyah antara individu dengan individu lainnya (muamalah). Sehingga muamalah dalam islam merupakan salah satu cabang ilmu yang perlu dipahami oleh setiap umat islam, agar dapat menjadikan setiap aktivitas kehidupan dunianya bernilai kebaikan yang berujung pahala.

Apalagi fitrah manusia sebagai makhluk sosial. Yaitu makhluk yang  memenuhi kebutuhan hidupnya melalui interaksi dengan orang lain. Sehingga beragam contoh muamalah rutin dipraktekkan dalam interaksi dengan individu lainnya. Oleh sebab itu, Pengertian muamalah dalam islam perlu dipahami, baik secara bahasa maupun istilah.

Secara bahasa kata muamalah berasal dari kata bahasa arab ‘amala –yu’amilu – mu’amalatan. Kata tersebut memiliki arti saling bertindak, saling berbuat atau saling mengamalkan. Kata “saling” dalam kamus besar bahasa indonesia  merupakan kata yang menerangkan perbuatan yang berbalas-balasan. Sehingga secara bahasa pengertian muamalah menunjukkan dimensi sosial ajaran islam, melalui interaksi antar individu.

Sedangkan, pengertian muamalah secara istilah tidak berbeda jauh dengan pengertian muamalah secara bahasa. Namun, saat ini terdapat pergeseran pengertian mumalah dalam kehidupan sehari-hari. Yaitu, definisi umum dan definisi khusus muamalah.

  • Definisi umum – merupakan pengertian muamalah yang lebih luas. Muamalah adalah peraturan-peraturan Allah subhanahu wa ta’ala yang harus diikuti dan ditaati dalam hidup bermasyarakat. Contoh muamalah dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan definisi ini meliputi interaksi hidup bertetangga atau berteman.
  • Definisi khusus – merupakan pengertian muamalah yang lebih spesifik, yaitu aturan-aturan Allah yang mengatur hubungan manusia dengan manusia dalam memperoleh dan mengembangkan harta. Atau secara sederhananya, muamalah merupakan serangkaian aturan dalam kegiatan ekonomi yang dilakukan manusia.

Jenis muamalah menurut definisi khusus ini adalah aktivitas jual beli, macam-macam syirkah dalam islam, dan macam-macam muamalah dalam kehidupan sehari-hari lainnya.

Prinsip muamalah dalam islam

Peran muamalah dalam aktivitas sehari-hari sangat krusial, sebab meliputi aspek pemenuhan kebutuhan hidup manusia. Sehingga praktek muamalah dilakukan sesuai dengan nilai kebenaran yang menjadi pokok dasar dalam berpikir dan bertindak saat melakukan macam-macam transaksi muamalah.

Berikut ini adalah beberapa prinsip muamalah yang perlu diperhatikan agar tujuan muamalah dapat tercapai.

  1. Hukum muamalah mubah – pada dasarnya segala bentuk muamalah hukumnya adalah boleh. Kecuuali aktivitas atau perbuatan muamalah yang dilarang dalam Al-quran dan Al-hadist. Hal ini memberikan kesempatan dan peluang untuk terciptanya aneka muamalah baru sesuai perkembangan zaman.
  2. Atas dasar sukarela – pengertian muamalah dalam islam bermakna saling berbuat, dengan ketentuan tidak ada paksaan diantara pihak yang saling melakukan perbuatan muamalah tersebut. Hal ini menjamin kebebasan para pihak dalam memilih meneruskan atau menghentikan transaksi, salah satu contohnya adalah praktek macam-macam khiyar dalam jual beli.
  3. Mendatangkan manfaat, menghindari mudharat – hal ini mengarahkan para pihak yang bermuamalah unutk menghindari perbuatan yang sia-sia dan mubazir. Serta mewaspadai potensi risiko yang akan terjadi.
  4. Memelihara nilai keadilan – muamalah yang dilakukan adalah perbuatan yang menghindari unsur-unsur penganiayaan dan penindasan. Dan juga mengambil kesempatan dalam kesulitan orang lain

Ke-empat pokok prinsip muamalah tersebut sejalan dengan karakteristik ekonomi syariah. Sekaligus menjadi landasan bagi prinsip ekonomi islam, seperti yang dipraktekkan pada lembaga-lembaga keuangan syariah.

Larangan-larangan dalam muamalah

Sesuai dengan prinsip muamalah dalam islam, maka  pada dasarnya setiap aktivitas sosial masyarakat, khususnya dalam aktivitas ekonomi boleh dilakukan. Dengan ketentuan tidak ada larangan agama atas akivitas tersebut. Oleh karena itu, dalil muamalah merupakan larangan-larangan yang terdapat dalam sumber hukum muamalah yang utama, yaitu Al-quran dan Al-hadist.

Setidaknya ada 5 transaksi yang terlarang dilakukan dalam muamalah. Kelima jenis transaksi tersebut adalah:

  1. Maisyir – merupakan transaksi memperoleh keuntungan secara untung-untungan atau dari kerugian pihak lain. Dalil muamalah larangan masyir terdapat dalam Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 219 dan surat Al-maidah ayat 90. Contoh transaksi maysir dalam kehidupan sehari-hari adalah perjudian atau perlombaan memancing yang hadiahnya berasal dari uang pendaftaran peserta.
  2. Gharar – adalah muamalah yang memiliki ketidakjelasan obyek transaksinya. Seperti barang yang dijual tidak dapat diserah-terimakan, tidak jelas jumlah, harga dan waktu pembayarannya.
  3. Haram–tidak diperbolehkan melakukan transaksi atas benda atau hal-hal yang diharamkan. Sehingga tidak sah transaksi jual beli jika obyek jual belinya adalah khamar atau narkoba.
  4. Riba – pengertian riba dalam islam adalah tambahan dalam aktivitas hutang piutang dan jual beli. Terdapat macam-macam riba dalam kehidupan sehari-hari yang perlu ditinggalkan, seperti riba jahiliyah dan riba nasiah dalam transaksi perbankan konvensional.
  5. Bathil – transaksi bathil dalam muamalah terlarang untuk dilakukan. Karena telah ditegaskan dalam Al-Quran surat An-nissa ayat 29-30.

Tampaknya tidak banyak ketentuan Larangan praktek muamalah dalam islam. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, transaksi-transaksi terlarang sering ditemukan.

Oleh karena itu, sebaiknya sebelum memulai melakukan aktivitas muamalah, setiap individu telah mengetahui macam-macam muamalah yang diperbolehkan dalam islam.

Bagikan artikel ini,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.