manfaat asuransi syariah

4 Manfaat Asuransi Syariah yang Jarang Disadari Masyarakat

Sejak maraknya pengunaan produk perbankan syariah, semakin banyak pula masyarakat yang mengunakan asuransi syariah. Selain digunakan sebagai fasilitas pendamping produk pembiayaan bank syariah, manfaat asuransi syariah juga digunakan sebagai penganti produk asuransi konvensional.

Oleh karena itu, jumlah perusahaan asuransi menjual produk asuransi syariah terus bertambah. Masifnya pemasaran asuransi dan dukungan pemerintah, membantu menaikkan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai perbedaan asuransi syariah dan konvensional. Hasilnya, Indonesia menjadi negara dengan pemegang polis asuransi syariah terbanyak.

Pengertian Asuransi Syariah

Majelis Ulama Indonesia, melalui Dewan Syariah Nasional memberikan definisi asuransi syariah sebagai suatu usaha saling tolong menolong dan melindungi, diantara sejumlah orang, melalui invenstasi yang dilakukan dalam bentuk aset dan/atau tabaru’ (sumbangan/derma) yang menghasilkan pola pengembalian guna menghadapi risiko tertentu, dan dilakukan mengunakan perjanjian yang sesuai syariah.

Sederhananya, Pengertian asuransi syariah menurut ahli berikut ini mungkin lebih mudah dipahami. Bp. Adiwarman Karim menyampaikan bahwa arti asuransi syariah itu adalah seperti memasukkan uang beramai-ramai kedalam celengan. Dan ketika terjadi musibah maka uang yang ada dalam celengan digunakan untuk membantu yang memperoleh musibah.

Menurut Beliau, tujuan asuransi syariah bukanlah untuk mengasuransikan jiwa kepada perusahaan asuransi. Dan juga bukan untuk menjadi tidak tawakal kepada takdir yang Allah subhanahu wa ta’ala.

Sebab, memiliki pertanggungan asuransi syariah maupun tidak memilikinya, musibah akan tetap datang, dengan tak terduga, serta tak terelakkan. Namun, pemilik polis dan ahli warisnya dapat memperoleh manfaat dari asuransi syariah.

Manfaat asuransi syariah

Beragam produk asuransi syariah seperti asuransi jiwa syariah, asuransi kendaraan bermotor dan kebakaran syariah, asuransi pendidikan syariah, dan produk asuransi plus investasi unit link syariah, menawarkan banyak keuntungan bagi peserta asuransi.

Website cermati.com menuliskan beberapa keuntungan asuransi syariah sebagai berikut:

  • Lebih adil dan menguntungkan
  • Jika mengunakan akad titipan (wadiah), uang dapat kembali (tidak hangus)
  • Adanya pembagian yang jelas di awal akad, sehingga lebih transparan
  • Terhindar dari berbagai larangan muamalah dalam islam

Selain keuntungan-keuntungan tersebut, pemegang polis produk syariah asuransi, juga memiliki manfaat asuransi syariah lainnya, beberapa diantaranya jarang disadari oleh peserta asuransi.

  1. Meringankan musibah

Jika jodoh, rezeki dan ajal setiap individu telah ditentukan oleh Allah subhanahu wa ta’ala, begitu juga musibah. Dengan memiliki asuransi syariah pihak yang sedang mengalami musibah, mendapatkan pelipur kesedihan dalam bentuk santunan.

Sehingga saat sedang mendapatkan musibah sakit, ada asuransi dan pemegang polis lainnya yang membantu biaya pengobatan. Sedangkan manfaat asuransi jiwa syariah memberikan santunan kepada ahli waris.

Bantuan yang diterima berasal dari anggota asuransi lain yang sama-sama memasukkan dana kedalam celengan asuransi. Dan juga dari pihak asuransi sebagai pengelola dana, yang membantu mengembangkan dana yang terkumpul dan menalanginya apabila terjadi kekurangan dana untuk memberikan santunan.

  1. Setiap saat menjadi penolong

Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain. Begitulah bunyi perkataan baginda nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wassalam yang diriwayatkan oleh Ath-thabrani. Dan ternyata, sebagian harta yang dimasukkan kedalam dana kebajikan melalui program asuransi, dapat menjadi pemegang polis asuransi syariah menjadi sebaik-baik manusia.

Manfaat asuransi syariah bagi peserta asuransi lainnya adalah dapat menolong orang lain setiap saat. Hal ini karena setiap kontribusi yang dibayarkan, sebagian dimasukkan kedalam dana tabaru’.

Dana ini dikelola dan dikembangkan oleh perusahaan asuransi, hingga mencukupi untuk setiap saat memberikan manfaat kepada mereka yang sedang mendapat musibah.

  1. Menyantuni anak yatim

Saat pemegang polis meninggal dunia, keluarga yang ditinggalkan mendapatkan manfaat asuransi jiwa syariah, melalui dana santunan yang dapat dimanfaatkan guna menata keuangan keluarga setelah kepulangan anggota keluarganya ke-Rahmatullah.

Dan apabila yang meninggal dunia adalah kepala keluarga, maka sejatinya para pemegang polis telah beramai-ramai menyantuni anak yatim.

Berbeda dengan asuransi konvensional, santuanan asuransi syariah berasal dari dana yang dikelola oleh perusahaan asuransi berdasarkan prinsip syariah, sehingga bukan merupakan sumber dana yang terlarang untuk digunakan untuk kebaikan, karena terhindar dari macam-macam riba dan jual beli terlarang.

  1. Modal untuk wakaf

Setelah meninggal dunia, maka terputuslah amal kebaikan sesorang, kecuali tiga perkara. Salah satu perkara yang tidak terputus adalah sedekah jariyah. Kabar baiknya dengan memiliki polis asuransi syariah, seseorang dapat memiliki kesempatan melakukan sedekah jariyah meskipun telah tiada.

Caranya adalah dengan mewasiatkan kepada ahli waris agar sebagian uang santunan yang diterima sebagai wakaf uang kepada pihak pengelola wakaf. Jika uang santunan sebesar Rp. 1 milyar dan 1/3-nya diwakafkan.

Maka peserta asuransi tersebut memiliki sedekah jariah senilai Rp. 333 juta, yang pahalanya terus mengalir. Hal ini juga dapat menjadi manfaat asuransi syariah bagi masyarakat.

Pilih yang terbaik

Ragam manfaat dari asuransi syariah dapat dipersiapkan oleh setiap orang. Karena tersedia berbagai produk asuransi untuk memenuhi kebutuhan. Peserta asuransi syariah dapat memilih produk asuransi jiwa syariah murni atau asuransi jiwa plus investasi (unit link).

Sebaiknya, pelajari data unit link syariah terbaik dan pelajari penawaran asuransinya. Sehingga dapat memilih yang paling sesuai kebutuhan dan mendapatkan manfaat asuransi syariah terbaik untuk anda dan keluarga.