Macam-Macam Syirkah dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

macam macam syirkah dan contohnya

Kata syirkah dalam bahasa arab memiliki makna bersekutu ataupun berserikat. Dalam kehidupan sehari-hari, macam macam syirkah dan contohnya sering terjadi. Sebab, sebagai makhluk sosial, bersekutu atau berserikat merupakan suatu keharusan. Sebab tidak ada manusia yang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Dan perjanjian syirkah atau berserikat merupakan solusi dari persoalan tersebut.

Pengertian syirkah adalah pencampuran dua bagian atau lebih, sehingga tidak dapat dibedakan lagi satu bagian dengan yang lainnya. Sedangkan pengertian syirkah secara istilah adalah akad atau perjanjian kerjasama usaha, yang dilakukan oleh para pihak yang bersepakat untuk saling memberikan kontribusi, dan melakukan pembagian keuntungan serta kerugian berdasarkan kesepakatan pada awal perjanjian.

macam macam syirkah dan contohnya

image by beyondfinancials.co.nz

Dalil syirkah

Macam-macam syirkah dan contohnya merupakan salah satu perwujudan dari karakteristik ekonomi islam. Sebab, adanya konsep syirkah membuka peluang kebebasan berusaha bagi setiap individu. Baik bagi individu yang hanya memiliki keahlian saja, atau hanya memiliki modal, dan atau mereka yang cuma ada aset berupa benda saja.

Dasar hukum syirkah pun  dengan jelas menjawab beberapa pertanyaan tentang syirkah. Berikut ini adalah beberapa landasan hukum syirkah yang terdapat dalam Al-quran dan hadist:

  • Shaad, ayat 24 – Allah subhanahu wa ta’ala menyampaikan adanya perserikatan dalam kegiatan transaksi, dan memperingatkan bahwa banyak diantara orang yang berserikat, berbuat zalim kepada sebagian pihak lainnya. Kecuali, Orang –orang yang beriman dan beramal yang shaleh. Ayat ini juga merupakan dalil syirkah Uqud
  • An-nisa, ayat 12 – Allah subhanahu wa ta’ala mengutarakan perkenaan akan adanya pesekutuan dalam kepemilikan, dengan menyatakan “maka mereka bersekutu dalam sepertiga tersebut”. Ayat ini sekaligus merupakan dasar hukum syirkah amlak
  • Hadist riwayat Abu Daud – Sahabat nabi, Abu Hurairah, menyampaikan bahwa nabi pernah menyampaikan bahwa Allah pernah berfirman, diantara dua orang yang berserikat ada allah subhanahu wa ta’ala sebagai pihak ketiga, selama salah satunya tidak mengkhianati pihak lainnya. Hal ini kemudian dijadikan sebagai landasan hukum syirkah

Macam-Macam Syirkah

Syirkah, berserikat atau bersekutu dapat terwujud dalam beberapa hal dalam kehidupan sehari-hari. Namun, secara sederhana pengelompokan jenis-jenis syirkah dilakukan berdasarkan jenis obyek yang akan dilakukan pencampuran. Berikut ini adalah dua jenis syirkah dalam ekonomi:

Syirkah amlak

Obyek akad syirkah dalam syirkah amlak adalah hak kepemilikan. Oleh karena itu pengertian syirkah amlak adalah penguasaan harta (kepemilikan) secara bersama-sama, biasanya berupa kongsi kepemilikan bangunan, barang berharga, lahan atau bahan tak bergerak. Perkongsian kepemilikan dalam syirkah amlak dapat terjadi karena adanya jual beli, pemberian hibah atau warisan.

Contoh syirkah amlak dalam kehidupan sehari-hari adalah perkongsian harta akibat adanya harta yang diwariskan, dari orang tua kepada anaknya. Seperti yang dijelaskan pada Al-Quran surat An-nisa ayat 12.

Akibat adanya perkongsian kepemilikan, maka apabila harta tersebut mau dipergunakan atau di jual. Penjual haruslah memperoleh izin dari seluruh pemilik harta tersebut. Jika tidak, jual beli tersebut merupakan transaksi terlarang dalam islam, karena tidak memenuhi syarat jual beli, yaitu menjual barang yang telah dimilikinya.

Syirkah Uqud

Macam-macam syirkah jenis ini, lebih mudah dikenali. Karena merupakan kerjasama atau berserikatnya dua pihak atau lebih dalam hal permodalan, keuntungan, dan kerugian. Pengusaha yang mencari investor untuk modal usaha atau investor yang ingin melakukan kerjasama usaha bagi hasil menerapkan beberapa jenis syirkah uqud untuk menjalankan suatu usaha secara bersama-sama.

Berikut ini adalah macam-macam syirkah uqud dan contohnya:

1. Syirkah inan

Syirkah inan adalah kerjasama usaha antara dua pihak atau lebih, dengan ketentuan setiap pihak yang bekerja sama memberikan kontribusi kerja (amal) dan modal (maal). Al-Quran surat Shaad ayat 24, merupakan dalil syirkah inan.

Modal  uang dan kerja merupakan dua point penting dalam syirkah inan. Sehingga, apabila salah satu pihak, bergabung dengan membawa modal barang (‘urudh), maka barang tersebut harus ditaksir harganya senilai uang.

Macam-macam syirkah inilah sering dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, praktek syirkah inan tidak mengharuskan adanya kontribusi modal, kerja, dan tanggung jawab dalam jumlah yang sama antara pihak yang bekerjasama. Selain itu, juga memungkinan dilakukannya pendelegasian wewenang kerja kepada salah satu pihak.

Contoh syirkah inan dapat ditemukan dalam contoh akad musyarakah dalam kehidupan sehari-hari. Misal, Peternak lele mengajak investor untuk kerjasama memproduksi 50 Kg lele selama 6 bulan. Sesuai kesepakatan peternek lele dan investor sama-sama menyetorkan modal Rp. 20 Juta. Dan pembagian nisbah keuntungan sebesar 30% bagi investor dan 70% bagi peternak lele. Dengan ketentuan, peternak lele sebagai pengelola usaha, lebih banyak bekerja dibandingkan investor.

2. Syirkah Abdan

Syrikah abdan adalah kerjasama usaha antar para pihak yang hanya menyertertakan kontribusi kerja (amal), tanpa kontribusi modal (maal). Kontribusi kerja yang dimasukkan kedalam syirkah dapat berupa kerja fisik, maupun kerja pikiran. Tidak ada syarat kesamaan profesi pada praktek syirkah abdan. Sehingga dimungkinkan kerjasama syirkah abdan antara pihak yang menyumbang kerja pikiran dan satu pihak lagi kerja fisik.

Contoh syirkah abdan dalam kehidupan sehari-hari adalah dua orang nelayan yang sama-sama pergi melaut dalam sebuah perahu. Sebelum melaut mereka menyepakati bagi hasil atas keuntungan pendapatan hasil tanggkapan mereka. contoh lain syirkah abdan adalah kerjasama usaha antara seorang arsitek dan tukang bangunan dalam mengerjakan proyek pembangunan rumah.

syirkah

image by curatti.com

3. Syirkah Wujuh

Syirkah wujuh adalah kerjasama usaha antara dua pihak atau lebih yang sama-sama memberikan kontribusi kerja (amal). Disebut syirkah wujuh karena para pihak yang melakukan syirkah ini memiliki reputasi baik dan keahlian dalam berbisnis.

Para pihak ini membeli barang dengan pembayaran tunda kepada pemilik barang, kemudian menjual kembali secara tunai. Mereka dapat melakukan hal tersebut, karena memiliki reputasi baik sehingga dipercaya baik oleh pemilik barang, maupun masyakat calon pembeli.

Terkadang para pihak juga memperoleh 100% modal dari shahibul maal. Sehingga, contoh syirkah wujuh ini sangat mirip dengan syirkah mudharabah.

4. Syirkah mudharabah

Syirkah mudharabah adalah bentuk kerjasama usaha dengan adanya pemisahan yang jelas antara pemberi kontribusi kerja dan kontribusi amal. Pada syirkah mudharabah, pengelola bertanggung jawab melakukan 100% pekerjaan mengelola usaha, agar menguntungkan. Dan investor bertanggung jawab memberikan 100% modal yang dibutuhkan pengelola usaha untuk menghasilkan usaha.

Salah satu contoh syirkah mudharabah adalah pada praktek akad mudharabah dalam pembiayaan bank syariah kepada koperasi simpan pinjam. Bank syariah menyuplai 100% modal yang dibutuhkan untuk keperluan pembiayaan anggota koperasi.

Sedangkan, pengurus koperasi bertanggung jawab, untuk melakukan verifikasi kesesuaian kebutuhan anggota dengan akad pembiayaan syariah, melakukan pengecekan kelayakan pinjaman dan melakukan penagihan.

Apabila dalam contoh mudharabah dalam kehidupan sehari-hari di koperasi ini terdapat keuntungan. Maka bank dan koperasi berbagi keuntungan sesuai kesepakatan. Sedangkan apabila terjadi kerugian, pemilik modal menanggung keseluruhan kerugian, sesuai porsi modal yang disetorkannya.

Beberapa jenis mudharabah telah diterapkan pada lembaga keuangan syariah. Seperti, akad mudharabah mutlaqah pada produk simpanan bank syariah. Dan akad mudharabah musytarakah pada asuransi syariah.

5. Syirkah Mufawadah

Pada prakteknya, syirkah inan, syirkah abdan, syirkah wujuh, dan syirkah mudharabah, dapat digabungkan dalam satu syirkah, syirkah yang mengabungkan macam-macam syirkah uqud lainnya dikenal dengan nama syirkah mufawadah.

Syirkah mufawadah diperbolehkan, karena setiap jenis syirkah yang telah memenuhi rukun dan syarat syirkah adalah syirkah yang sah, apabila digabungkan dengan jenis syirkah lainnya. Adapun pembagian keuntungan dilakukan berdasarkan kesepakatan para pihak, sedangkan pembagian kerugian berdasarkan ketentuan masing-masing syirkah lainnya.

Contoh syirkah mufawadaah adalah seorang investor melakukan syirkah mudharabah dengan dua orang ahli teknik sipil untuk usaha properti. Dua orang ahli teknik sipil ini juga melakukan syirkah abdan, untuk mengerjakan proyek. Mereka juga melakukan syirkah wujuh dengan dengan pemilik toko bangunan.
Demikianlah macam-macam syirkah dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Aplikasi syirkah ini memberikan manfaat ekonomi syariah dan merupakan perwujudan karakteristik ekonomi syariah yaitu adanya kebebasan berusaha, selama tidak melanggar norma hukum yang berlaku.