[ADINSERTER AMP]

Macam-macam Muamalah dalam Ekonomi Islam

Belakangan ini, pengertian muamalah dalam islam memiliki pergeseran dari definisi yang lebih luas menjadi definisi muamalah yang lebih khusus. Sehingga saat ini macam-macam muamalah dalam islam lebih dikenal sebagai kegiatan atau usaha yang dilakukan dalam rangka mencari dan mengelola harta. Meskipun, ruang lingkup macam-macam muamalah secara umum sebenarnya mencakup segala aspek kehidupan manusia, mulai dari aktivitas sosial, ekonomi, bahkan politik.

Salah satu faktor penyebab pergeseran definisi ini adalah maraknya perkembangan ekonomi syariah, dan semakin meningkatnya keinginan masyarakat untuk mulai melakukan pengelolaan harta yang sesuai dengan ketentuan syariat. Yaitu, transaksi yang terhindar dari maysir, gharar, haram, macam-macam riba dalam islam, dan bathil.

Kata muamalah merupakan berasal dari bahasa arab. Kata ‘amala-yu’amilu –mu’amalatan memiliki makna saling bertindak, saling berbuat dan saling mengamalkan. Oleh karena itu, pengertian muamalah dalam islam merupakan interaksi antar individu dalam memperoleh dan mengembangkan harta sesuai dengan ketentuan syariat agama.

macam-macam muamalah dalam islam
sumber hukum muamalah

Ketentuan syariat tersebut dijelaskan dalam prinsip muamalah dalam islam, yaitu segala aktivitas ekonomi boleh dilakukan, kecuali yang ada larangannya dalam Al-Quran dan al-hadist. Berdasarkan dalil-dalil muamalah yang terdapat dalam dua sumber utama hukum syariat islam. Para pemikir islam dan ulama menurunkan macam-macam muamalah dalam ekonomi islam.

Macam-macam Muamalah

Terdapat banyak jenis transaksi yang termasuk dalam ruang lingkup fiqih muamalah. Seperti fiqih muamalah mengenai harta, hak milik, konsep uang dan fungsi uang, warisan (faraidh), perdamaian bisnis (ash-shulhu), wakaf, hibah, pembagian harta rampasan perang (ghanimah) dan termasuk juga kebijakan monter pemerintah.

Namun, daftar transaksi berikut ini merupakan jenis-jenis muamalah dalam ekonomi islam yang paling sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

1. Jual beli

Jual beli merupakan transaksi paling umum dilakukan setiap individu. Karena tidak ada satupun individu yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri. Mereka harus melakukan pertukaran barang (barter) atau jual beli untuk mendapatkan kebutuhannya.

Macam-macam muamalah jual beli merupakan transaksi yang memiliki konsekuensi peralihan kepemilikan penuh dari penjual kepada pembeli. Sehingga pembeli memiliki hak yang sah secara syariah untuk mengunakan barang atau jasa yang dia beli.

Selain jual beli yang sudah lazim diketahui, terdapat beberapa jenis jual beli lainnya dalam ekonomi islam

  • Murabahah – merupakan jual beli dengan pembayaran secara angsuran. Dengan ketentuan harga pokok pembelian dan margin keuntungan penjual, diketahui oleh kedua belah pihak yang bertransaksi.
  • Salam – merupakan jual beli dengan pembayaran tunai namun penyerahan barang secara tunda, sesuai kesepakatan di awal akad. Dulu biasa digunakan untuk produk komoditas pertanian.
  • Ijarah – merupakan transaksi jual beli manfaat, atau lebih dikenal dengan transaksi sewa-menyewa. Pada contoh akad ijarah, terjadi peralihan manfaat dari pemilik barang atau keahlian, kepada penyewa, selama jangka waktu yang disepakati.
  • Sarf – merupakan jual beli mata uang antar negara. Transaksi sarf harus dilakukan secara tunai dengan penyerahan langsung saat akad.

Macam-macam muamalah dalam ekonomi islam yang tergolong dalam aktivitas jual beli dilakukan dengan memenuhi ketentuan rukun dan syarat jual beli dalam islam.

Dan agar tidak terjadi muamalah jual beli yang menzalimi salah satu pihak  maka diperbolehkan melakukan macam-macam khiyar dan contohnya, sesuai kaidah dan ketentuan yang berlaku.

2. Syirkah

Secara bahasa, arti syirkah adalah bersekutu atau berserikat. Sedangkan pengertian syirkah dalam ekonomi islam adalah akad muamalah antara para pihak yang bersepakat untuk melakukan kerjasama usaha, dengan ketentuan masing-masing pihak memberikan kontribusi sesuai keahliannya dan adanya pembagian keuntungan sesuai kesepakatan.

Macam-macam muamalah jenis syirkah menfasilitasi masyarakat untuk mengembangkan harta sesuai dengan keahlian dan kemampuan. Bagi yang memiliki kelebihan dana dapat berperan sebagai investor atau pemodal. Sedangkan masyarakat yang memiliki kemampuan dan keahlian bertugas sebagai pelaksana usaha.

Masyarakat bebas melakukan transaksi syirkah dengan skema sistem bagi hasil usaha dalam islam atau macam-macam syirkah dan contohnya. Sesuai dengan kebutuhan kerjasama yang akan dilakukan.

Salah satu skema syirkah yang paling sering digunakan adalah skema syirkah mengunakan akad mudharabah dan contoh akad musyarakah dalam kehidupan sehari-hari.

3. Hutang Piutang

Pengertian hutang piutang adalah transaksi penyerahan harta atau benda kepada pihak lain dengan ketentuan harta atau benda tersebut harus dikembalikan kepada pemilikinya sesuai kesepakatan.

Oleh karena itu, dalam transaksi hutang piutang atau pinjam meminjam ada 3 rukun hutang piutang yang harus dipenuhi. Yaitu, pihak yang berhutang dan pemberi hutang, harta atau benda yang ditransaksikan, dan ijab qabul kesepakatan para pihak.

Pada prakteknya transaksi hutang piutang dapat terjadi untuk motif sosial dan bisnis. Motif sosial biasanya terjadi pada transaksi pinjam meminjam uang, sedangkan hutang piutang untuk tujuan bisnis terjadi dalam transaksi jual beli. Apabila terjadi transaksi jual beli dengan pembayaran tunda.

Namun, hutang piutang karena pinjam meminjam uang dan jual beli haruslah tidak ada tambahan atas besar pinjaman atau harga yang telah disepakati. Hal ini bertujuan agar transaksi terhindar dari macam-macam riba dalam islam. Hal ini sesuai dengan ketentuan larangan yang telah tertuang dalam 4 ayat riba dalam Al-quran.

4. Macam-macam muamalah dalam ekonomi islam lainnya

Selain 3 jenis muamalah yang paling lazim digunakan tersebut, terdapat juga bentuk lain macam-macam muamalah di luar jual beli, syirkah dan hutang-piutang.

Jenis muamalah lainnya ini dapat digunakan sebagai solusi agar transaksi ekonomi masyarakat sesuai dengan ketentuan syariat yang telah ditetapkan. Berikut ini adalah beberapa jenis muamalah dalam islam lainnya:

  • Kafalah – adalah penjaminan yang diberikan oleh pihak penanggung (kafil) kepada pihak ketiga (makfuul lahu), untuk memenuhi kewajiban pihak kedua atau pihak yang ditanggung (makfuul ‘anhu) atas objek penjaminan (makful bihi). Objek penjaminan biasanya berupa hutang piutang, benda ataupun pekerjaan.
  • Hiwalah – hiwalah atau hawalah adalah jenis muamalah yang memindahkan utang dari pemilik hutang (muhiil) kepada pihak lain yang bersedia menjadi penanggung hutang tersebut (muhaal ‘alaih). Sehingga pemberi hutang (muhaal) akan menerima pembayaran hutang dari pihak muhaal ‘alaih. Transaksi hiwalah juga dikenal dengan nama anjak piutang
  • Rahn – merupakan transaksi menjaminkan harta benda sebagai agunan hutang, agar keseluruhan atau sebagian hutang tersebut dapat dilunasi dengan harga keseluruhan atau sebagian harta yang dijaminkan, ketika jatuh tempo. Jenis muamalah ini dikenal juga dengan nama transaksi gadai syariah.
  • Wadiah – pengertian wadiah menurut ulama adalah transaksi mewakilkan orang lain untuk memelihara harta tertentu yang dimiliki dengan cara yang ditentukan atau disepakati. Secara ringkas jenis muamalah wadiah adalah transaksi titipan barang atau harta dari pihak yang menitipkan (muwaddi’) kepada pihak yang dititipi (wadii’). Contoh wadiah adalah tabungan bank syariah dan layanan save deposit box.

Selain macam-macam muamalah dan contohnya diatas, masih terdapat jenis muamalah lainnya. Seperti wakalah atau perwakilan, yang biasa digunakan dalam akad kpr syariah di perbankan syariah. Selain itu juga ada transaksi tolong menolong yang digunakan dalam produk asuransi syariah. Kebebasan bertindak sebagai prinsip ekonomi islam menjadikan manfaat muamalah dapat terus dirasakan sejak awal munculnya islam hingga zaman now.

Bagikan artikel ini,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.