revolusi ekonomi koperasi syariah 212

Koperasi Syariah 212 Merevolusi Ekonomi Syariah

Koperasi Syariah 212 resmi berdiri pada tanggal 6 januari 2017. Kelahiran koperasi ini merupakan perwujudan semangat ekonomi berjamaah. Dan diharapkan mendorong terjadinya revolusi ekonomi syariah di Indonesia. Sehingga di negeri berpenduduk mayoritas muslim ini, produk-produk ekonomi syariah dapat menjadi pilihan mayoritas penduduknya

Modal Utama Koperasi Syariah 212

Pasca aksi damai 212, GNPF MUI melakukan pendaftaran hak paten dan merek dagang 212 untuk mengoptimalkan potensi besar umat, GNPF MUI juga menginisiasi musyarawah dan Focus Grup Discussion (FGD) dengan melibatkan para pakar ekonomi dan keuangan.

Focus Grup Discussion tersebut melahirkan Dewan Ekonomi syariah (DES) 212, yang kemudian merekomendasikan model usaha koperasi. Pemilihan badan hukum koperasi disebabkan karena memiliki fleksibelitas untuk beroperasi di berbagai lini usaha, mulai dari jasa keuangan syariah sampai investasi di berbagai sektor produktif pilihan. Selain itu, mampu menampung jutaan anggota.

selanjutnya, Pasca pengumuman resmi dari GNPF MUI, Koperasi Jasa Nasional Muslim 212 Mandiri, salah satu badan usaha yang telah mengkonsolidasikan umat secara nasional, melakukan rapat anggota luar biasa. Rapat tersebut memutuskan pembubaran koperasi dan selanjutnya menyatukan potensi ke dalam Koperasi Syariah 212.

Hal itu menunjukkan keingingan kuat dari elemen umat untuk bersatu, melaksanakan aktivitas ekonomi bersama guna mencapai kebaikan ekonomi bersama. untuk kepentingan umat, bukan untuk kepentingan golongan tertentu semata.

Semangat dan gairah umat untuk bersatu dalam aktivitas ekonomi ini bersama ulama, adalah modal utama keberlangsungan Koperasi Syariah 212, yang akan mendorong umat mengunakan produk koperasi untuk penguatan permodalan koperasi.

Visi Besar Koperasi Syariah 212

lahir dari rahim aksi damai 212, saat lebih dari 7 juta orang berkumpul karena kesamaan niat perjuangan, melahirkan visi besar ekonomi berjamaah ini. Sebab, tujuan pendirian bukan untuk para pendiri, melainkan untuk membangun ekonomi umat yang besar, kuat, professional dan terpercaya. Sebagai salah satu penopang pilar ibadah, syariah dan dakwah menuju kebahagiaan dunia dan keselamatan akhirat.

Tujuan mulia tersebut menghasilkan visi besar bagi koperasi  yaitu menjadi lima besar koperasi di Indonesia pada tahun 2025 mendatang. Koperasi menargetkan pencapaian lima besar pada indikator-indikator berikut:

  • Jumlah anggota koperasi
  • Penghimpunan dana tabungan
  • Jaringan koperasi
  • Kekuatan investasi pada sektor produktif pilihan

Ketua umum koperasi Dr. Muhammad Syafii Antonio menyampaikan bahwa koperasi yang baru berdiri ini harus bermain triliun. Pada tahun pertama pengurus koperasi menargetkan pencapaian aset sebesar Rp. 212 milyar, yang akan ditingkatkan menjadi 10 kali lipatnya pada tahun ke tiga menjadi sebesar Rp. 2.12 triliyun. Dan dalam 10 tahun ditargetkan mampu mencapai Rp. 212 trilyun. Aset sebesar itu, lebih kurang seperti aset yang dimiliki oleh Bank Tabungan Negara sekarang.

“Untuk pembiayaan yang kecil-kecil yang 10 juta, 50 juta, 100 juta, 200 juta, 500 juta itu dipersilahkan kepada lembaga-lembaga keuangan sekarang. Koperasi Syariah 212 harus bermain triliun.” – Dr. Muhammad Syafii Antonio 

Hebatnya, koperasi syariah 212 menyadari bahwa masalah ekonomi ummat begitu banyak dan komplek, sehingga jika melaju sendirian, koperasi tidak akan mampu menyelesaikan keseluruhan masalah.

Oleh karena itu,  wadah ekonomi berjamaah ini memiliki sistem investment holding terpusat, untuk melakukan sinkronisasi dan koordinasi yang padu atas upaya-upaya mulia yang telah dilakukan dalam pemberdayaan ekonomi syariah dan bisnis umat sebelumnya dan inisiatif-inisiatf baru yang berkembang pasca aksi damai 212.

Revolusi Ekonomi Syariah

Strategi baru diperlukan untuk memperluas pengunaan sistem ekonomi syariah di negeri ini. Sebab, perbankan syariah yang sejak tahun 1991 menjadi ujung tombak pengembangan ekonomi syariah, baru mampu menguasai 5% pangsa pasar perbankan. Karena menghadapi persaingan tak berimbang dengan perbankan konvensional. Begitu juga dengan kondisi zakat dan waqaf, pencapaian zakat nasional masih rendah dibandingkan dengan potensi zakat nasional

Karena itu, semangat persatuan umat diharapkan mendorong umat bergabung menjadi anggota koperasi dan memanfaatkan produk-produk tabungan dan wakaf dari koperasi. Sehingga koperasi memiliki permodalan yang kuat dan memperkokoh posisi koperasi sebagai salah satu pemain besar bisnis syariah di Indonesia.

Koperasi sudah bergerak. pendaftaran anggota baru koperasi telah dibuka sejak 20 Januari 2017. Seakan menyambut era financial technology (fintech), pendaftarannya dilakukan secara online untuk merangkul potensi umat islam indonesia di seluruh dunia. Sesuatu yang belum jamak dilakukan oleh perbankan.

Sebagai hasilnya, wadah ekonomi berjamaah ini menjadi entitas pelaksanan kegiatan ekonomi baru yang kuat dan kredibel, yang mampu memenuhi kebutuhan setiap lapisan dan golongan masyarakat indonesia, tanpa menjadi predator bagi kegiatan ekonomi umat yang sudah ada sebelumnya.

Sinergi dari seluruh stackholder ekonomi syariah diperlukan untuk memperluas pengunaan sistem ekonomi islam. Terkhusus kepada umat islam yang merupakan penduduk mayoritas negeri ini. Perbankan syariah membutuhkan mitra yang berpihak kepada mereka, begitu juga Koperasi Syariah 212. Dan umat membutuhkan penyaluran-penyaluran aspirasi ekonomi.

Sekarang tiba masanya umat untuk bergerak. Bersama Koperasi Syariah 212 merevolusi ekonomi syariah Indonesia.