[ADINSERTER AMP]

6 Jual beli yang sah tapi terlarang beserta contohnya

Muamalah dalam islam mengelompokkan jual beli menjadi transaksi yang sah dan terlarang. Namun, selain transaksi perdagangan yang dilarang, ada juga beberapa transaksi jual beli yang sah tapi terlarang untuk dilakukan.

Adanya larangan tersebut bertujuan untuk menjaga transaksi yang dilakukan benar-benar sesuai dengan tujuan jual beli. Yaitu, memudahkan kehidupan setiap orang, terutama dalam mencari harta dan memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sehingga, beberapa perbuatan yang dapat menyakit penjual, pembeli, dan konsumen lainnya. Atau dapat menyebabkan terhambatnya perdagangan di pasar, dan kegiatan yang menimbulkan rusaknya ketentraman masyarakat, tidak dibenarkan menjadi motif dalam berjual beli.

Jual beli yang sah tapi terlarang
jual beli by andersen-group.jp

Jual Beli yang Sah tapi Terlarang

Seperti diketahui, bahwa Berdasarkan pemenuhan akan syarat dan rukun jual beli, transaksi muamalah ini dikelompokkan menjadi dua jenis.

Pertama jual beli yang batil. Yaitu transaksi yang tidak memenuhi ketentuan rukun dan syarat jual beli. Salah satu contoh jual beli yang batil adalah jual beli gharar, seperti praktek membeli buah yang masih berada di pohonya.

Kedua, jual beli yang sah. Transaksi adalah jual beli yang lengkap rukun jual belinya, serta para pihak mampu memenuhi syarat jual beli dari setiap rukunnya.

Ternyata, memenuhi ketentuan rukun dan syarat saja belum cukup untuk menjamin keabsahan transaksi. Beberapa transaksi tetap tidak boleh dilakukan.

Lalu apa saja contoh jual beli yang sah tapi terlarang dalam islam, yuk cermati 6 contoh kasus berikut ini, berikut penyebab larangannya.

1. Membeli dengan niat menghindarkan orang lain membeli

Biasanya, transaksi ini dilakukan dengan cara melakukan pembelian dengan harga yang lebih tinggi dari harga pasarannya. Tidak ada rukun jual beli yang ditinggalkan, dan membeli dengan harga lebih tinggi juga tidak dilarang dalam islam.

Namun, tindakan ini tidak sesuai dengan tujuan jual beli, dan berpotensi menyakiti konsumen lain.

Karena, tujuan bertransaksi jual beli adalah untuk memenuhi kebutuhan. Sehingga transaksi ini akan menghambat orang lain untuk memperoleh kebutuhannya. Transaksi ini juga termasuk perbuatan zalim dan merupakan salah satu dosa besar.

2. Transaki barang dalam masa khiyar

Khiyar dalam jual beli merupakan mekanisme pembatalan transaksi oleh pembeli. Terdapat macam-macam khiyar, diantaranya khiyar majlis, khiyar syarat dan khiyar aib. Selama masa khiyar tersebut, jual beli bisa dibatalkan,dan terjadi pengembalian barang dan uang.

Hikmah adanya khiyar dalam muamalah bertujuan agar pihak yang bertransaksi memperoleh kepuasan atau maslahat atar transaksinya, dan mencegah terjadinya penyesalan di kemudian hari. Selain itu juga mencegah penjual mencurangi atau menzalimi pembeli.

Termasuk dalam jual beli yang sah tapi terlarang adalah transaksi yang pembayaran atau pertukaran barangnya belum selesai.

Sebagaimana ditegaskan dalam hadist yang diriwatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk menawar barang yang telah ditawar oleh saudara muslim lainnya.

3. Transaksi talaqqi rukban

Transaksi sah tapi terlarang dalam islam berikutnya adalah jual beli dengan mencegat penjual sebelum sampai ke pasar.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam mengingatkan sahabatnya untuk tidak melakukan transaksi semacam ini. Abdullah bin Umar meriwayatkan bahwa mereka dulu biasa mencegat para pedagang, dan membeli dari pedagang tersebut. Kemudian mereka dilarang melakukannya, kecuali pedagang tersebut telah sampai di pasar.

Dasar pelarangan transaksi ini adalah pembeli membeli barang dari pedagang yang dicegatnya dengan harga yang lebih murah dari pasaran. Sedangkan penjual tidak mengetahui harga pasaran sebenarnya. Sehingga dikhawatirkan transaksi ini menjadi jual beli dengan tipu daya. Dan menimbulkan kerugian bagi pedagang.

4. Jual beli untuk menimbun barang

Jenis jual beli ini dilakukan melalui transaksi pembelian barang dengan tujuan untuk ditahan, agar nantinya barang tersebut dapat dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Contoh jual beli yang sah tapi terlarang ini dapat menyebabkan kelangkaan dan menganggu ketentraman serta kehidupan masyarakat. Karena kesulitan memenuhi kebutuhannya.

Tak mengherankan apabila perbuatan ini meskipun jual belinya sah, namun sangat dilarang untuk dilakukan. Bahkan pelakunya memperoleh ancaman dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai pendosa.

Dan jika yang dilakukan adalah menimbun bahan makanan, maka allah akan menimpakan penyakit lepra dan kebangkrutan atasnya, sebagaimana diriwayatkan oleh khalifah Umar bin Khattab

5. Transaksi barang untuk maksiat

Sebaiknya menghindarkan diri dari bertransaksi dengan pihak yang telah diketahui akan berbuat maksiat atau kezaliman dengan barang yang diperdagangkan tersebut.

Contoh transaksi jual beli yang sah namun dilarang seperti ini adalah transaksi penjualan ayam jago, yang diketahui akan digunakan sebagai ayam aduan dan praktek judi sabung ayam.

Hal ini sesuai dengan larangan Allah subhahanu wa ta’ala pada surat Al-maidah ayat 2, yang bermakna, anjuran untuk saling menolong dalam kebaikan dan taqwa. Dan larangan untuk menolong dalam perbuatan dosa atau pelanggaran.

contoh jual beli yang sah tapi terlarang
transaksi by henryfuentes.com

6. Jual beli dengan penipuan

Dalam islam, tidak dibenarkan melakukan transaksi jual beli tanpa saling ridha antara pihak yang betransaksi. Sebagaimana Allah subhanahu wa ta’ala tegaskan dalam surat An-nisaa ayat ke 29. Ayat tersebut bermakna larangan bagi setiap orang beriman untuk mengambil harta sesamanya dengan jalan yang batil. Kecuali dengan jalan perniagaan yang berlandaskan suka sama suka.

Sedangkan perbuatan penipuan dalam jual beli, seperti mencampur barang dagangan, dan menyembunyikan cacat barang. Akan sangat merugikan dan menimbulkan perasaan tidak ridho dari pembeli yang tertipu. Begitu juga apabila penjual yang merasa di tipu oleh pembeli.

Sehingga, meskipun syarat dan rukun jual beli terpenuhi dan transaksinya sah. jual beli semacam ini haram untuk dilakukan.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam pun mengancam pelakunya. Sebagaimana hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, tentang barang siapa yang menipu, maka dia bukanlah golongan umat nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Cara Mencegahnya

Berbeda dengan jual beli yang dilarang dalam islam, meskipun terlarang, 6 contoh jual beli diatas sah menurut syariat. Sehingga, terkadang sebagian orang masih melakukannya.

Namun, untuk menghindari dampak dunia akhirat akibat perbuatan tersebut, maka penting bagi para pihak untuk memprioritaskan kejujuran dalam muamalah yang dilakukan.

Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan menjalankan praktek khiyar dalam jual beli. Khususnya untuk mengatasi permasalahan yang dapat timbul akibat transaksi jual beli yang sah tapi terlarang karena penipuan, atau karena mencegat pemilik barang sampai sebelum sampai ke pasar.

Bagikan artikel ini,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.