[ADINSERTER AMP]

Jual Beli Emas Online, Bolehkah?

Jual Beli online sudah menjadi cara berbelanjan yang kekinian. Tak heran jika produk yang ditransaksikan semakin beragam. Setelah hampir semua produk fisik bisa ditemukan saluran penjualan onlinenya, produk-produk investasi pun sekarang marak dijual secara online.

Diawali oleh produk investasi syariah terbaik seperti sukuk, reksadana dan saham yang telah sejak lama bisa didapatkan secara online. Belakangan ini juga ada jual beli emas secara angsuran dan online.

Bagaimanakah hukum jual beli emas dalam islam dan hukum jual beli emas online ini?

Jual beli emas

Biasanya, jual beli emas berlangsung di toko perhiasan emas dengan cara pembeli memesan emas yang diinginkan, kemudian membayar sejumlah uang yang dibutuhkan kepada penjual emas.

Tidak ada perbedaan pendapat mengenai kebolehan transaksi emas seperti diatas, karena saat uang pembeli dan emas penjual ditransaksikan, terjadi pertukaran kepemilikan emas dan uang secara langsung sehingga tidak terjadi hutang piutang antara penjual dan pembeli.

Cara transaksi emas ini sesuai dengan ketentuan syariah islam, serta transaksi jual beli emas perhiasan atau batangan dengan cara ini tidak tergolong trasaksi riba.

hukum jual beli emas online

Jual Beli Emas Online

Sejak Antam memperkenalkan emas kepingan logam mulia (LM), jual beli emas mulai dilakukan secara online. Cara beli emas Antam online dilakukan mengunakan patokan harga emas LM yang dirilis oleh Antam.

Untuk membeli LM, pembeli melihat harga beli emas, kemudian memilih jumlah gram emas yang akan dibeli, selanjutnya setelah melakukan pembayaran via transfer bank, emas logam mulia akan dikirim ke alamat pembeli.

Pada transaksi ini terjadi penundaan penerimaan emas selama masa pengiriman. Hal ini menyebabkan kekhawatiran transaksi ini merupakan transaksi riba yang haram dilakukan. Karena ada potensi perbedaan harga antara harga emas saat dibeli dan diterima pembeli.

Jual beli emas online dengan cara menabung emas

Perkembangan selanjutnya adalah: proses jual beli emas dengan penyerahan tunda tersebut dilakukan untuk kepingan emas yang lebih kecil, sehingga membuka peluang semua orang dapat memiliki emas dengan cara mencicil pembelian seperti halnya menabung atau kredit emas.

Jika sebelumnya keping emas LM terkecil adalah 1 gram, maka sekarang emas dapat dibeli dengan ukuran jauh lebih kecil. Seperti pada produk bukaemas di bukalapak, yang memiliki ketentuan minimal pembelian 0.05 gram.

Kontroversi jual beli emas online pun bertambah, karena saat pembeli menyetorkan uang pembelian emas, penjual emas belum memiliki keping emas yang dipesan. Penyedia emas online juga tidak segera menukarkannya menjadi keping emas ukuran 0.05 gram. Indikasi ini semakin kuat karena keping emas baru dapat dikirimkan ke alamat jika telah mencapai berat 0.5 gram.

Bahkan pembeli bisa menyimpankan emas mereka tanpa harus menukarkan terlebih dahulu menjadi keping emas, sesuai dengan jumlah emas yang telah mereka beli. Sehingga pembelian emas mereka hanya berupa catatan kepemilikan emas, yang jika dibutuhkan dapat dijual kembali tanpa ada keping emas yang menjadi dasar transaksi.

Hukum jual beli emas online

Transaksi jual beli emas online merupakan transaksi dengan pennyerahan tunda atau tidak tunai. Mengenai hukum jual beli emas secara angsuran atau tidak tunai, terdapat perbedaan pendapat dari para ulama mengenai hukum jual beli emas tersebut :

1. Melarang

Pendapat pertama adalah tidak memperbolehkan transaksi tersebut. Ketentuan ini merupakan pendapat mayoritas ulama dari mazhab Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali.

Emas dikategorikan sebagai barang ribawi. Dan hadist jual beli emas dan perak mensyaratkan pertukaran dilakukan secara tunai. Jika tidak dilakukan secara tunai ulama sepakat bahwa transaksi yang terjadi merupakan transaksi riba

“Emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, sya’ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan sya’ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Bila jenisnya berbeda maka silahkan engkau membarterkannya dengan cara sesuka hatimu, namun harus dilakukan secara kontan.”

(HR. Muslim no. 1587)

2. Membolehkan

Pendapat ini disampaikan oleh ulama Ibnu Taimiyah, Ibnu Qoyim dan ulama kontemporer seperti DSN-MUI.

Seperti tertulis dalam fatwa MUI tentang kredit emas,no 77 tahun 20100, jual beli emas secara angsuran (tidak tunai) hukumnya boleh selama emas bukan merupakan alat tukar resmi (uang).

Pendapat ini didasari pada ketentuan pelarangan jual beli emas secara tidak tunai itu merupakan hukum yang memiliki ‘illat.

‘Illat adalah sifat yang bisa memberikan pengaruh pada hukum karena dibuat oleh syariah, bukan karena esensi sifat tersebut.

(Imam Al-Ghazali)

DSN-MUI menerangkan bahwa ‘illat larangan transaksi emas tidak tunai adalah karena emas dan perak pada masa turun (wurud) hadis merupakan tsaman, yaitu memiliki fungsi sebagai satuan harga, alat pembayaran dan uang.

Saat ini emas bukan lagi memiliki fungsi sebagai harga sekaligus alat pembayaran (tsaman), melainkan telah berubah fungsi menjadi barang(sil’ah). Demikian juga, ditegaskan oleh ulama Ibnu Taymiyah dan Ibnu al-Qayyim: jika emas atau perak tidak lagi difungsikan sebagai uang, misalnya telah dijadikan perhiasan, maka emas atau perak tersebut memiliki status yang sama dengan barang (sil’ah)

Oleh karena itu, jual beli emas tidak tunai atau online dapat dilakukan tanpa harus diserahkan langsung saat akad transaksi.

Tips jual beli emas online

Meskipun ada pendapat ulama yang menyatakan bahwa hukum jual beli emas secara angsuran, termasuk jual beli online, adalah boleh, namun baiknya motif transaksi emas online dilakukan dengan niatan untuk memiliki emas-nya. Bukan motif spekulasi untuk memperoleh keuntungan dari fluktuasi harga emas, melalui transaksi jual beli catatan kepemilikan emas di gerai toko jual beli emas online terpercaya.

Bagikan artikel ini,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.