Contoh Soal Payback Period Investasi dengan Rumus dan Analisanya

contoh soal payback period

Payback period adalah parameter yang digunakan untuk mengetahui jangka waktu pengembalian investasi pada suatu usaha. Metode perhitunganyan sederhana dan mudah. Sebab, hanya membutuhkan beberapa jenis data saja. Data-data tersebut akan ditunjukkan pada beberapa contoh soal payback period berikut ini.

Selain mudah dan sederhana, menghitung payback period juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan analisa investor pada studi kelayakan bisnis. Karena, tersedia beberapa rumus payback period untuk ragam informasi yang dibutuhkan. Berikut ini adalah beberapa rumus payback period yang dapat digunakan:

  • Payback period sederhana – apabila arus kas jumlahnya sama atau tetap setiap periode.
  • Payback period kumulatif – jika arus kas berbeda setiap periode
  • Discounted payback period – untuk hasil analisa yang memasukkan faktor time value of money

Salah satu contoh soal payback period sederhana adalah: jika suatu proyek memiliki nilai investasi awal Rp. 500 juta. Dan memiliki proyeksi arus kas per tahunnya sebesar Rp. 75 juta selama 7 tahun. Berapakah hasil perhitungan payback period-nya?

Solusi penyelesaian dan analisa soal tersebut telah dibahas pada artikel sebelumnya, pada tautan ini: Cara menghitung dan rumus payback period usaha. Tulisan tersebut juga memuat informasi mengenai pengertian dan jenis payback period dan rumus-rumusnya.

Contoh soal payback period kumulatif

Rumus payback period kumulatif digunakan apabila proyeksi pendapatan bisnis tidak tetap selama periode investasi. Langkah-langkah menghitung lama waktu pengembalian modalnya dapat dilakukan dengan 6 tahapan berikut:

  1. Tetapkan arus kas usaha pada awal usaha (tahun-0) bernilai negatif
  2. Jumlahkan arus kas usaha mulai dari tahun 0 hingga periode akhir investasi
  3. Temukan nilai arus kas kumulatif negatif yang terakhir, catat nilainya.
  4. Catat juga periode atau tahun, saat arus kas kumulatif negatif terjadi
  5. Temukan nilai arus kas kumulatif positif yang pertama, dan catat nilai arus kas-nya.
  6. Hitung payback period mengunakan rumus

Payback period = P + (|Kaskum| / Kas setelah Kaskum)

P – Periode saat Arus kas Komulatif bernilai negatif yang terakhir

KasKum – arus kas kumulatif bernilai negatif yang terakhir

Kas setelah KasKum –  Nilai kas setelah arus kas kumulatif bernilai negatif yang terakhir

Berikut ini adalah Ilustrasi perhitungannya, mengunakan contoh soal investasi proyek dengan arus kas tidak sama setiap periodenya.

  • Sebuah proyek membutuhkan investasi awal sebesar Rp. 500 juta
  • Dengan ekspektasi arus kas sebesar Rp. 100 juta pada tahun ke-1, Rp. 130 juta pda tahun ke-2, Rp. 160 juta pada tahun ke-3, Rp. 170 juta pada tahun ke-4, dan Rp. 200 juta pada tahun ke-5.

Perhatikan hasil penjumlahan arus kas kumulatif pada gambar dibawah. Angka dengan latar warna abu-abu adalah data yang dibutuhkan untuk menghitung waktu kembalinya investasi mengunakan rumus payback period kumulatif.

Payback period,

= 3 + (|-110| / 170)

= 3 + (110/170)

≈ 3 + 0,65

Sehingga diperoleh lama waktu pengembalian investasi proyek tersebut selama 3,65 tahun. Investasi ini layak dibiayai apabila jangka waktu kembalinya investasi yang diinginkan lebih lama dibandingkan nilai payback period hasil perhitungan.

Contoh discounted payback Period

Pertimbangan mengunakan pendekatan time value of money adalah untuk mengetahui nilai sekarang dari potensi arus kas yang akan diterima di masa depan selama periode investasi. Selain itu, juga untuk mengukur lama waktu kembali investasi pada tingkat penghasilan (yield) atau bunga yang diharapkan investor.

Cara menghitung disocunted payback period (DPP) adalah mengunakan rumus payback period kumulatif. Sebab, nilai arus kas akan berbeda-beda setiap periodenya. Sehingga langkah-langkah cara menghitung DPP sama persis dengan 6 langkah menghitung payback period kumulatif sebelumnya.

Namun, sebelum memulai perhitungan.  Anda perlu melakukan satu langkah tambahan, yaitu menghitung nilai sekarang (present value) dari arus kas per periode. Perhitungan tersebut dilakukan mengunakan rumus

PV Arus kas = Arus Kas periode ke-n x 1/(1+i)n

i – tingkat penghasilan (yield) atau bunga per tahun

n – tahun investasi

Untuk membandingkan kedua hasil perhitungan payback period ini, maka akan digunakan contoh soal payback period kumulatif sebelumnya. Dengan tambahan data, berupa tingkat suku bunga yang diharapkan investor sebesar 12% p.a.

Dengan mengunakan excel , maka nilai payback period untuk contoh soal discounted payback period ini adalah sebagai berikut:

contoh soal payback period investasi

Discounted Payback Period,

= 4 +(|-85,2| / 113,5)

= 4 + (85,2/113,5)

≈ 4 + 0,75

Sehingga didapatkan lama waktu pengembalian investasi proyek tersebut selama 4,75 tahun. Hasil perhitungannya ternyata lebih besar atau lebih lama dibandingkan perhitungan tanpa mempertimbangkan prinsip time value of money.

Sehingga analisa mengunakandengan rumus discounted payback period ini cocok digunakan untuk memperoleh data analisa investasi yang lebih moderat.

Analisa Lainnya

Melakukan 3 contoh soal payback period perlu dilakukan sebelum memulai sebuah investasi. Sehingga para investor saat melakukan kerjasama usaha dengan mengunakan skema penempatan saham, pemberian pinjaman, atau skema macam-macam syirkah dapat memilih bisnis yang layak untuk diajak bekerjasama.

Agar memperoleh data lebih akurat, investor bersama pengelola usaha perlu juga menganalisa potensi keuntungan mengunakan rumus laba rugi. Dan juga mengunakan 13 rumus rasio keuangan lainnya, guna mengetahui kondisi keuangan usaha.