cara menghitung zakat penghasilan

Cara Menghitung Zakat Penghasilan Menurut Ahli

Apakah harus membayar zakat penghasilan ? Dan bagaimana cara menghitung zakat penghasilan Anda?

Sebelum melanjutkan membaca, coba Anda ingat-ingat dahulu pendapatan Anda setiap bulan atau pertahun.  Agar setelah sampai pada kalimat terakhir tulisan ini, Anda dapat segera membayarkan zakat.

Zakat penghasilan dikenakan atas pendapatan atau penghasilan setiap individu muslim dan muslimat. Penghasilan tersebut dapat berupa imbalan atas profesi yang dia tekuni atau pekerjaan yang diusahakan, baik secara sendiri atau bersama-sama.

Oleh sebab itu, zakat penghasilan sering juga disebut sebagai zakat profesi.

Hukum zakat penghasilan

Tidak ada teks ayat Al-Quran tentang zakat profesi, begitu juga dalil teks hadist. Meskipun tidak ada dalil secara tekstual, namun secara pemahaman terhadap ayat-ayat Al-Quran, terdapat dalil umum yang berkenaan dengan hukum zakat penghasilan. Yaitu surat Al-Baqarah ayat 267.

cara menghitung zakat penghasilan

Saat ayat tersebut diturunkan, mayoritas masyarakat Mekah memperoleh penghasilan dengan berdagang. Sementara itu masyarakat Madinah bertani dan suku arab badui beternak. Oleh karena itu, hukum zakat penghasilan pada masa itu hanya atas tiga profesi tersebut.

Seiring dengan berkembangnya kemampuan manusia mengolah sumber daya yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala anugerahkan, pintu-pintu rejeki kaum muslimin pun dibuka dari berbagai arah. Sehingga pendapatan tidak lagi terbatas pada pertanian, perdagangan dan peternakan.

Oleh sebab itu, sesuai dengan keumuman berlakunya ayat Al-Baqarah 267 tersebut, maka semua pendapatan hasil usaha yang baik-baik, wajib dikeluarkan zakat pendapatan.

Selain itu, hukum zakat penghasilan mencerminkan rasa keadilan yang merupakan ciri utama ajaran islam. Sehingga, apapun profesi umat islam, penerima penghasilan tersebut wajib mengeluarkan zakat penghasilan atau profesi.

Sejarah pernah mencatat contoh kesuksesan ekonomi umat islam.

Fakta sejarah tersebut terjadi pada masa tabi’in, saat khalifah Umar bin abdul Aziz berkuasa.  Pada masa itu tidak satupun umat islam yang miskin dan menjadi penerima zakat. Salah satu faktor penyebabnya adalah pelaksanaan kewajiban membayar zakat penghasilan.

Cara Membayar Zakat Penghasilan?

Zakat penghasilan merupakan zakat atas harta (zakat mal), maka pelaksanaannya mengikuti ketentuan zakat mal. Adapun persyaratan harta yang wajib dikeluarkan zakat dalam islam adalah:

  1. Milik penuh,
  2. Halal,
  3. Telah mencapai nishab
  4. Dan mencapai haul.

Nisab zakat adalah batasan minimal harta yang wajib dikenakan zakat. Sedangkan haul adalah batasan waktu 1 tahun hijriah atau 12 bulan qomariyah kepemilikan harta yang wajib dikeluarkan zakat.

Terdapat perbedaan pendapat ulama mengenai ketentuan haul zakat penghasilan. Di Indonesia, pemerintah melalui kementrian agama telah memberikan panduan melalui Peraturan Menteri Agama (PAM) Nomor 52 tahun 2014. Pada panduan tersebut dikatakan bahwa ketentuan haul tidak berlaku bagi zakat penghasilan, pertanian perkebunan, kehutanan, perikanan.

Namun, bagi yang berpedoman pada ketentuan zakat harus mencapai haul sesuai dalil hadist Rasulullah. maka dapat juga melaksanakan zakat penghasilan tanpa harus menunggu setahun.

Pembayaran zakat penghasilan dapat dilakukan dengan pendekatan bahwa tidak ada larangan mempercepat pembayaran zakat jika sudah mencapai nishabnya. Karena yang tidak diperbolehkan adalah menunda atau memperlambat pembayaran zakat.

Keuntungan mengeluarkan zakat tanpa menunggu haulnya adalah hilangnya kekhwatiran akan timbul berat hati untuk mengeluarkan zakat. Sebab, jika menunggu haul maka jumlah kewajiban menjadi banyak sehingga Anda merasa sayang untuk mengeluarkannya sebagai zakat penghasilan.

Cara Menghitung Zakat Penghasilan

Menghitung zakat pendapatan dimulai dengan menentukan batasan minimal penghasilan wajib dikeluarkan zakat (nishab) dan jumlah zakat yang harus dibayarkan kepada para penerima zakat (mustahiq zakat).

Pada prakteknya terdapat 3 cara menghitung zakat penghasilan. Berikut penjelasan ketiga metode tersebut:

1. Diqiyaskan dengan Zakat Emas

Cara pertama menghitung zakat penghasilan bulanan adalah dengan diqiyaskan dengan zakat emas. Sehingga nisab zakat penghasilan adalah seperti nisab emas sebanyak 85 gram emas. Sedangkan jumlah atau kadar yang dikeluarkan sedikitnya 2.5%. Pendapat ini disampaikan oleh ulama Internasional, syeikh Yusuf Qardhawi.

Contoh:
Harga emas saat anda menerima penghasilan adalah Rp. 500.000. Sehingga minimal penghasilan untuk mulai mengeluarkan zakat penghasilan adalah sebesar 85 gram x Rp. 500.000/gram = Rp. 42.500.000. Nishab ini kemudian dibagi 12 untuk mendapatkan penghasilan perbulan. Maka bagi yang memiliki pendapatan bulanan sebesar Rp. 42,5 Juta / 12 bulan atau sekitar Rp. 3.550.000, wajib membayar zakat penghasilan sebesar 2.5% dari penghasilan yang diterima.

2. Diqiyaskan dengan zakat pertanian

Sebagian lagi mengikuti pendapat Imam Al-Ghazali, bahwa cara menghitung zakat profesi bulanan adalah dengan diqiyaskan kepada zakat pertanian. Sehingga batasan minimal penghasilan wajib zakat adalah sebanyak  653 kg gabah atau 524 kg beras  dan kadar zakat penghasilan yang harus dikeluarkan adalah 10%.

Contoh:
Jika Anda biasa mengkonsumsi beras maknyus, yang memiliki harga per kilogram sekitar Rp. 14.000. maka batasan pendapatan bisa mengeluarkan zakat penghasilan adalah 520 Kg x Rp. 14.000 = Rp. 7.280.000. Sehingga, jika penghasilan anda belum melebih Rp. 7,28 juta, maka belum jatuh kewajiban anda mengeluarkan zakat penghasilan.

3. Diqiyaskan pada dua hal sekaligus (qiyas syabah)

Pendekatan ini mengunakan nishab pada zakat pertanian sedangkan kadar zakat penghasilan pada zakat emas.

Praktek ini diterapkan di Indonesia. Sebab sejak tahun 2014 pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Menteri Agama tentang syariat dan tata cara penghitungan zakat mal dan zakat fitrah serta pendayagunaan zakat untuk usaha produktif.

Rilis dari Pusat Kajian Strategis Baznas (PuskasBaznas), memberikan arahan kalkulasi zakat penghasilan dilakukan dengan mengunakan metode yang telah ditetapkan pemerintah. karena hal itu lebih sesuai dengan kaidah fiqih.

Keputusan pemerintah menghilangkan perbedaan pada persoalan ijtihadKaidah fiqih

Maka cara menghitung zakat penghasilan menurut ahli zakat dari Baznas adalah dengan nishab setara dengan  524 kg beras dan kadar zakat penghasilan sebesar 2,5% dari pendapatan.

Contoh :
Rapat pleno anggota baznas pada 2 mei 2017 memberikan panduan ketentuan harga beras standar tahun 2017 penentuan zakat adalah sebesar Rp. 10.000/kg. Sehingga batas penghasilan yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah 524 kg x Rp. 10.000/kg = Rp. 5.240.000.

Dengan demikian, Setiap pendapatan lebih besar dari Rp. 5.240.000 wajib mengeluarkan zakat pendapatan sebesar 2,5%.

Bagaimana dengan Anda? Semoga keberkahan harta Anda semakin bertambah setelah mengetahui cara menghitung zakat penghasilan dan membayarkan zakat kepada para mustahiq.

Sumber:

  • Abdul Somad – Zakat Profesi – https://goo.gl/Qw6VuT
  • Puskasbaznas – Ketentuan Perhitungan Zakat Penghasilan – https://goo.gl/zU2oZu