Cara Menghitung dan Rumus Payback Period (+ Contoh Soal)

cara menghitung payback period

Cara menghitung payback period dibutuhkan untuk melakukan analisa kelayakan usaha. Para pengusaha atau investor, biasa mengunakan rumus payback period sebelum melakukan keputusan bisnis. Sebab payback period adalah formula keuangan untuk mengukur berapa lama waktu yang dibutuhkan sebuah usaha untuk mengembalikan dana investasi yang akan ditanamkan.

Analisa studi kelayakan bisnis dapat dilakukan berdasarkan hasil perhitungan payback period.  Apabila, hasil atau nilai payback period lebih singkat dibandingkan target waktu pengembalian investasi yang diinginkan investor dan pelaku usaha.

Contoh kasus, seorang investor usaha sistem bagi hasil, memutuskan melanjutkan kerjasama dengan akad mudharabah, setelah mendapatkan data hasil analisa mengenai pengembalian modal usaha tersebut adalah selama  1,5 tahun, lebih cepat dari ekspektasi beliau, 2 tahun.

Keuntungan analisa payback period adalah dapat dilakukan dengan mudah dan cepat. Sehingga pebisnis dan investor lebih awal memperoleh gambaran dari suatu studi kelayakan bisnis.

Selain itu, data payback period dapat menunjukkan seberapa penting bagi sebuah usaha tersebut untuk memperoleh suntikan dana investasi. Sebab, waktu pengembalian yang cepat menunjukkan bahwa investasi memang butuh untuk diprioritaskan.

Namun, cara menghitung payback period dengan tanpa memperhitungkan konsep time value of money berpotensi menghasilkan keputusan investasi yang tidak tepat.

RUMUS Payback Period

Cara menghitung payback period adalah dengan melakukan kalkulasi mengunakan data total dana investasi awal usaha dan jumlah arus kas masuk usaha selama periode tertentu.

Biasanya perhitungan dilakukan dengan skala waktu tahun. Oleh karena itu, perhitungan analisa kelayakan usaha untuk masa investasi kurang satu tahun, biasanya tidak dilakukan mengunakan analisa payback period.

Variasi formula untuk menghitung payback period bergantung kepada dua kondisi berikut. Pertama, apakah jumlah arus kas masuk selama periode investasi tetap atau bervariasi? dan yang kedua, apakah perhitungan   mengunakan pendekatan time value of money.

Berikut ini adalah 3 rumus payback period yang dapat digunakan untuk membantu studi kelayakan usaha bagi investor dan pengelola usaha.

1. cara menghitung payback period sederhana

Rumus payback period sederhana adalah persamaan yang digunakan untuk menghitung lama pengembalian modal investasi pada kondisi jumlah arus kas masuk usaha sama setiap tahun atau periodenya. Dan tidak mengunakan pendekatan time value of money.

Sehingga rumus untuk menghitung payback period sederhana adalah sebagai berikut:

PB = INVEST / AK

invest – total dana investasi awal

AK – Arus Kas Masuk per Periode

Contoh soal payback period sederhana dapat dapat dianalisa apabila terdapat informasi mengenai investasi awal dan estimasi arus kas masuk yang tetap setiap periodenya, serta target waktu pengembalian modal.

Misal, lakukan analisa studi kelayakan bisnis berikut ini mengunakan cara perhitungan payback period dan data-data sebagai berikut:

  • Investasi awal proyek sebesar Rp. 500 juta
  • Ekspektasi kas masuk selama 7 tahun sebesar Rp. 75 juta.
  • Target waktu pengembalian investasi 5 tahun

Dengan mengunakan rumus payback period sederhana maka dapat dihitung lama waktu pengembalian modal investasi tersebut selama 6,7 tahun (Rp. 500 juta / Rp. 75 juta).

Sehingga hasil analisa studi kelayakan bisnis ini adalah usaha tersebut tidak layak untuk diberikan dana investasi.

2. Rumus payback period kumulatif

Cara menghitung payback period kumulatif dilakukan apabila arus kas masuk per periodenya tidak tetap atau bervariasi. Sehingga perhitungan payback period dilakukan dengan 4 langkah berikut ini:

  • Jumlahkan atau akumulasikan arus kas masuk per periode (dari periode ke-0 hingga ke-n), sehingga diperoleh arus kas masuk kumulatif
  • Temukan arus kas masuk kumulatif bernilai negatif yang terakhir (AKum)
  • Cari data nilai arus kas kumulatif pertama yang bernilai positif (satu periode setelah Pkum)
  • Lakukan perhitungan, mengunakan rumus payback period kumulatif berikut ini:

PBKum = PKum + (|Akum| / A setelah Akum)

PKum – Periode saat Arus kas Komulatif bernilai negatif yang terakhir

|AKum| – nilai absolut dari arus kas kumulatif bernilai negatif yang terakhir

A setelah AKum –arus kas komulatif berikutnya setelah arus kas kumulatif bernilai negatif yang terakhir

3. mengunakan rumus discounted payback period

Discounted payback period adalah perhitungan periode balik modal investasi dengan mengunakan pendekatan time value of money, untuk menghitung nilai sekarang (present value) dari ekspektasi arus kas masuk yang akan diterima selama periode investasi.

sehingga cara menghitung payback period mengunakan rumus discounted payback period adalah dengan mengunakan formula payback period kumulatif. Namun, dengan terlebih dahulu menghitung nilai sekarang (present value) dari setiap ekspektasi arus kas masuk usaha.

Cara menghitung present value arus kas masuk adalah dengan mengunakan rumus present value, yaitu PV = 1/(1+i)n.

Dengan “i” tingkat bunga atau imbal hasil per tahun, dan “n” adalah periode arus kas masuknya.  Sehingga rumus arus kas masuk diskonto adalah

DAK = Arus Kas Masuk periode ke-n x PV

Ilustrasi cara melakukan perhitungan dan analisa keunganan mengunakan rumus payback period, dapat ditemukan pada artikel berikut ini: Contoh soal payback period investasi dan discounted payback period.

Ketiga cara menghitung payback period ini dapat digunakan sesuai kebutuhan analisa kelayakan bisnis dan investasi yang diperlukan. Selain itu, juga dapat dikombinasikan dengan cara menghitung laba mengunakan rumus laba rugi dan analisa lainnya mengunakan 13 rumus rasio keuangan.