[ADINSERTER AMP]

Cara Main Arisan Emas menurut Islam

Sama halnya dengan arisan pada umumnya, cara main arisan emas adalah dengan mengumpulkan sejumlah uang tertentu secara berkala dalam satu kelompok, kemudian melakukan pengundian untuk menentukan giliran penerima sebagian atau keseluruhan dana yang dikumpulkan secara berkala. Namun, dengan ketentuan nominal dana yang harus disetorkan oleh masing-masing peserta adalah sebesar harga emas saat pengumuman pemenang arisan akan dilakukan.

Misal, terdapat 10 orang bersepakat untuk menjalankan arisan perhiasan emas selama 10 bulan. Setiap bulannya pemenang undian akan menerima 5 gram emas. Jika perhiasan emas 5 gram adalah Rp. 3 Juta, maka pada bulan pertama setiap peserta menyetorkan dana Rp. 300 ribu kepada admin atau bandar arisan.

Karena harga emas mengalami selalu berfluktuasi, maka pada bulan berikutnya setoran peserta perlu disesuaikan dengan kenaikan atau penurunan harga emas.

Umumnya pemenang undian akan menerima emas saat periode undian. Namun, ada juga yang memberikan uang senilai emas saja. Namun, sebagian praktisi arisan ini menyatakan bahwa lebih baik menerima emas saat undian dari pada menerima uang. Sebab, jika menerima uang, dananya kemungkinan besar tidak akan dibelikan emas, melainkan membeli kebutuhan lainnya.

Hal tersebut menyebabkan pemenang arisan kehilangan kesempatan menikmati keuntungan arisan emas dibandingkan arisan uang sebagai berikut:

  • Nilai harta stabil – nilai uang mudah turun akibat inflasi, sebaliknya nilai emas relatif stabil terhadap inflasi.
  • Investasi – Karena nilai emas yang lebih tahan inflasi, maka nilai setara uangnya cenderung naik. sehingga menabung emas dapat dijadikan alternatif investasi syariah terbaik dibandingkan menabung uang lewat arisan uang.

Namun, sebagian orang menghawatirkan mengenai kebolehan melakukan transaksi arisan jenis ini menurut islam.

Hukum arisan emas dalam islam

Mengenai muamalah dalam bentuk arisan, para ulama dan ahli fikih ekonomi islam berpendapat bahwa transaksi tersebut merupakan transaksi hutang piutang. Sebab, peserta arisan yang menjadi pemenang per periode, memperoleh harta dari pinjaman peserta lainnya, dan wajib mengembalikannya.

Oleh karena itu, memahami hukum arisan haruslah mengunakan ketentuan pinjaman uang dalam islam (qardh), agar terhindar dari macam-macam riba saat bermain arisan.

Salah satu ketentuan umum pinjaman atau qardh dalam islam agar terhindar dari riba adalah, tidak diperkenankan adanya kelebihan saat pihak terhutang mengembalikan hutang. Sehingga jika berhutang Rp. 3 juta, maka pembayaran hutangnya haruslah dengan nominal yang sama. Ketentuan inilah yang menjadi titik kritis pada sistem arisan emas.

Cara main arisan emas, dengan menyetorkan sejumlah uang sesuai harga emas yang berlaku saat pengundian dilakukan. menyebabkan jumlah uang yang disetorkan setiap bulannya tidak tetap, bahkan cenderung meningkat setiap bulannya.

Mengenai perbedaan jumlah setoran tersebut, setidaknya terdapat dua pendapat mengenai hukum arisan dengan emas dalam islam, yang disampaikan oleh para ahli ekonomi islam di Indonesia. Yaitu:

  1. Haram – arisan emas mengandung unsur riba, karena tidak samanya jumlah uang yang dibayarkan setiap periode pengundian.
  2. Boleh – menentukan pinjaman berdasarkan nilai emas agar stabil diperkenankan, dan tidak termasuk kedalam riba, karena targetnya adalah agar pinjaman yang akan dibayarkan, nilainya stabil sesuai dengan pokok pinjaman yang diterima.

Pendapat pertama disampaikan oleh ustadz Erwandi Tarmidzi. Beliau menyarankan agar sistem arisan sesuai syariah, peserta menyetorkan emas saat periode pengundian. Jika 10 orang menyetorkan 1 gram emas per orang, maka pemenang undian menerima 10 gram. Maka setiap peserta memiliki nilai hutang yang sama, yaitu 9 gram emas.

Sedangkan pendapat yang membolehkan disampaikan oleh ustadz Oni Sahroni, saat menjawab pertanyaan mengenai hukum arisan emas yang penyetorannya membayarkan uang senilai emas yang berlaku saat itu, dan penerima menerima dalam bentuk mata uang bukan emas.

Cara main arisan emas

Tertarik mencoba bermain arisan dengan mengunakan emas?

Agar kegiatan yang sebenarnya merupakan kegiatan tolong menolong ini semakin berkah. Maka sebaiknya dilakukan sesuai dengan ketentuan syariah. Berikut ini adalah beberapa cara buka arisan emas yang dapat dilakukan untuk mencegah aktivitas arisan berubah menjadi macam-macam muamalah terlarang untuk dilakukan.

  1. Peserta arisan memahami bahwa skema arisan merupakan akad pinjaman dan wajib dilunasi.
  2. Sebaiknya keikutsertaan dalam arisan diketahui juga oleh pihak keluarga atau ahli waris
  3. Pemenang undian arisan dapat menerima dalam bentuk emas, maupun uang tunai yang nilainya setara dengan harga emas pada saat pengundian dilakukan.
  4. Setoran arisan dapat dibayarkan dengan mata uang setara dengan porsi harga emas yang menjadi kewajiban peserta arisan.
  5. Gunakan standar nilai emas yang diterima secara luas dan terpercaya. seperti harga logam mulia antam.

Salah satu hal lainnya yang juga perlu menjadi perhatian peserta adalah ketentuan syariah mengenai terlarangnya mengambil keuntungan dari pemberian hutang piutang.

Oleh karena itu, sebaiknya setiap setoran dari peserta arisan digunakan untuk pembelian emas, tanpa ada potongan bagi peserta atau bandar arisan. Sehingga kegiatan saling memberikan pinjaman ini tidak menjadi bisnis arisan emas, yang memberikan keuntungan kepada salah satu pihak tertentu.

Bagikan artikel ini,

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.