2017: Berharap Kinerja Kinclong Perbankan Syariah

Setelah bertahun-tahun selalu tumbuh diatas 20 persen, tahun lalu pembiayaan perbankan syariah tidak tumbuh seperti biasanya. Namun, Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D. Hadad optimis kinerja perbankan syariah kembali normal pada tahun 2017.

Proses perbaikan non-performing financing  (NPF) dan konsolidasi  setahun belakangan gencar dilakukan industri perbankan syariah. Hal ini karena industri perbankan sedang melewati masa yang tidak mudah, akibat dampak penurunan ekomomi yang menghantam beberapa sektor tertentu.

Ditengah kondisi perlambatan ekonomi, potensi perbaikan rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) perbankan syariah memercikkan optimisme. Menurut data OJK per November 2016 dapat tetap terjaga dibawah 5% pada level 3.2% gross. Hal ini memberikan harapan kinerja kinclong perbankan syariah di tahun 2017.

Presiden Direktur Karim Business Consulting Adiwarman A Karim menuturkan, terdapat beberapa peristiwa yang berpotensi memberikan dampak positif bagi industri perbankan syariah Indonesia pada tahun 2017.

Peristiwa tersebut adalah perubahan model bisnis, penambahan lini bisnis baru, aksi spin off UUS, merger dan konversi. Bank Muamalat dan Bank Victoria Syariah diperkirakan akan mengubah model bisnisnya, sedangkan Bank BNI Syariah dan BTPN Syariah akan menambah lini bisnis mereka. Beberapa Unit Usaha Syariah (UUS) juga akan melakukan spin OFF, salah satunya bahkan berencana memilih opsi konversi Bank induk menjadi Bank Syariah.

Kombinasi faktor-faktor penunjang diatas, perbaikan NPF berkelanjutan oleh perbankan syariah dan pengawasan serta pembinaan secara terus menerus oleh regulator, diharapkan mampu menjaga industri perbankan syariah tetap bertahan dan membuat aset perbakan syariah nasional terus bertambah besar.

Optimisme makin menyeruak melihat komitmen umat yang semakin kuat terhadap sistem keuangan syariah. Sebab, semakin besar konversi yang dilakukan umat dari produk dan layanan perbankan lainnya ke perbankan syariah, maka semakin berkembang perbankan syariah nasional. Sehingga keinginan OJK agar pangsa pasar keuangan syariah nasional dapat seperti di Malaysia, pada level 15%, akan lebih mudah tercapai.